Realia
Peningkatan kreativitas dalam membentuk mainan dengan menggunakan media plastisin pada anak kelompok B TK Insan Mulia PerumGriya Jenggolo Jenu Tuban
ABSTRAKSI
ZULIANA, TITIN. 2016 : Peningkatan kreativitas dalam membentuk mainan
dengan menggunakan media plastisin pada anak kelompok B TK Insan Mulia PerumGriya Jenggolo Jenu Tuban
Pembimbing : Prof. Dr. Agus Wardhono, S.Pd, M,Pd
Siti Rahaju, S.Pd, M,Pd
Kata Kunci : Kreativitas dan Media Plastisin
Bermain merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan kemampuan anak didik. Pada dasarnya bermain mengandung rasa senang dan tanpa paksaan serta lebih mementingkan proses dari pada hasil akhir. Perkembangan bermain sebagai cara pembelajaran hendaknya disesuaikan umur dan kemampuan anak didik. Yaitu berangsur-angsur dikembangkan dari bermain sambil belajar mennjadi belajar sambil bermain. Dengan demikian anak didik tidak akan canggung lagi dalam menghadapi cara pembelajaran ditingkat-tingkat berikutnya. (Depdikbud, 1999:3). Berdasarkan latar belakang masalah diatas, penulis dapat merumuskan :apakah dengan menggunakan plastisin dapat meningkatkkan kreativitas pada anak kelompok B TK Insan Mulia Perum Griya Jenggolo Jenu Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016?
Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mendiskripsikan penggunaan alat permainan plastisin sebagai upaya meningkatkan kreativitas anak. Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan alat permainan plastisin dapat mengaktifan anak untuk melatih kreativitasnya.
Penelitian dilakukan di TK Insan Mulia Kelompok B Perum Griya Jenggolo Jenu Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016. Subyek penelitiannya adalah kelompok B TK Insan Mulia Perum Griya Jenggolo Jenu Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2015/2016 dengan jumlah 16 anak. Dalam mengumpulkan data penelitian menggunakan observasi dan hasil karya.
Peneltian ini diperoleh bahwa hasil observasi perpaduan warna plastisin dengan indikator pembiasaan dan fisik motorik halus yaitu keberhasilan anak mencapai rata-rata 50%, siklus 1 diperoleh keberhasilan anak mencapai 83,3% sehingga siklus II mencapai keberhasilan rata-rata 94%.
No other version available