Realia
Meningkatkan Kemampuan Seni melalui Kegiatan Membentuk Benda Menggunakan Makanan Tradisional dengan Metode Demonstrasi pada Anak Kelompok B1 SPS Mutiara Ilmu II Desa Wuwur Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016
ABSTRAKSI
Nurul Afif Khanifah,2016 : Meningkatkan Kemampuan Seni melalui Kegiatan Membentuk Benda Menggunakan Makanan Tradisional dengan Metode Demonstrasi pada Anak Kelompok B1 SPS Mutiara Ilmu II Desa Wuwur Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016
Pembimbing : Drs. I.Wayan Letreng,M.Pd dan Ifa Arista Sandra Ekayati,S.Pd,M.Pd.
Kata Kunci : Kemampuan Seni, membentuk benda, makanan tradisional, metode demonstrasi.
Pendidikan Anak Usia Dini adalah suatu bentuk layanan pendidikan anak usia mulahi 0-6 Tahun. Sesuai dengan Permendikbud 137 tahun 2014 yang mana salah satu aspek perkembangan yang diberikan kepada anak adalah aspek perkembangan seni yaitu kemampuan membentuk benda. Yang mana pada kemampuan seni membentuk benda sebelum diadakannya Penelitian masih kurang. Untuk itu peneliti melaksanakan PTK di kelas masing dengan menggunakan media baru dan metode baru yaitu dengan media makanan tradisional dan metode demonstrasi. Tujuan peneliti melaksanakan penelitian kelas supaya kemampuan seni membentuk benda pada anak kelompok B1 semester II ini dapat meningkat.
Didalam penelitian ini,peneliti menggunakan dua jenis penelitan yaitu penelitian kualitatif maupun penelitian kuantitaf. Penelitian kualitatif, memfokuskan pada narasi verbal,observasi dan catatan lapangan. Sedangkan penelitian kuantitaf adalah berupa data statistic atau angka. Desain atau rancangan yang di gunakan adalah PTK yaitu suatu perlakuan yang menggunakan metologi untuk memecahkan masalah dengan memberikan perlakuan oleh guru untuk memperbaiki mutu didalaam tempat berlangsungnya tindakan. Subjek penelitian adalah peserta didik SPS Mutiara Ilmu 2 Wuwur usia 3-4 Tahun berjumlah 10 anak terdiri dari 6 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Waktu penelitian adalah di bulan April 2016. Didalam penelitian ini teknik datanya menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah nilai ketuntasan individu dan ketuntasan kelas. Didalam PTK ini terdiri dari beberapa prosedur penelitian yaitu menggunakan siklus yang terdiri dari siklus 1,siklus 2 yang dilakukan melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Saat pra siklus kemampuan seni membentuk benda adalah 33,3% dengan itu perlu diadakan penelitian yaitu siklus I dengan hasil Siklus I yaitu kemampuan anak dalam membentuk benda menggunakan metode demonstrasi mencapai 60%, karena dirasakan peneliti ketuntasan anak dalam kemampuan seni membentuk benda masih kurang maka diadakan siklus II. Dalam siklus II hasil ketuntasan anak mencapai 90%. Sehingga dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kemampuan seni pada anak kelompok B1 SPS Mutiara Ilmu 2 Desa Wuwur semester II tahun pelajaran 2015/2016 adalah cukup dengan adnya pembuktian sebelum penelitian (pra siklus) 33,3%,(2) Kemampuan seni melalui kegiatan membentuk benda menggunakan makanan tradisional dengan metode demonstrasi pada anak kelompok B1 SPS Mutiara Ilmu 2 Desa Wuwur semester II tahun pelajaran 2015/2016 adalah baik dengan prosentase rata- rata nilai ketuntasan kelas pada siklus I 60%,dan pada siklus II 90%. (3) Dengan metode demonstrasi melalui kegiatan membeuntuk benda menggunakan makanan tradisional dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak kelompok B1 SPS Mutiara Ilmu 2 Desa Wuwur Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang Tahun pelajaran 2015/2016 dengan prosentase ketuntasan yang selalu meningkat mulai 33,3%,60%.dan 90%.
No other version available