Transparency
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA HMR (HIMPUNAN MAHASISWA RENGEL) DAN PENAMBANG BATU KAPUR AKAN PENTINGNYA REBOISASI BEKAS GALIAN BATU KAPUR DI KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN
Efektvitas komunikasi Interpersonal sangatlah penting dilakukan oleh HMR (Himpunan Mahasiswa Rengel) dan Penambang Batu Kapur di Kecamatan Rengel untuk memperbaiki bekas galian batu kapur yang ditinggalkan begitu saja oleh penambang. Bekas galian tersebut perlu di reboisasi agar kehidupan masyarakat disekitar bekas galian tambang tersebut bisa berlangsung dengan lingkungan yang aman,nyaman, sehat dan bersih. Himpunan Mahasiswa Rengel (HMR) sebagai organisasi kemahasiswaan yang perduli terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga Rengel. Mereka melakukan komunikasi interpersonal dengan Penambang agar mereka mengindahkan untuk mereboisasi bekas galiannya.
Dalam komunikasi interpersonal antara Himpunan Mahasiswa Rengel dan Penambang harus ada keefektifan atau tidaknya komunikasi yang mereka lakukan agar tujuan mereboisasi itu bisa tercapai. Maka penelitian ini bermaksud untuk mengetahui efektivitas komunikasi interpersonal antara Himpunan Mahasiswa Rengel dan Penambang akan pentingnya Reboisasi bekas galian batu kapur. Selain itu penelitian ini juga ingin memberikan saran kepada mahasiswa dan penambang batu kapur di Kecamatan Rengel untuk lebih mengefektifkan tujuan mereka dalam mereboisasi bekas galian batu kapur.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan dua variabel yaitu efektivitas komunikasi interpersonal antara Himpunan Mahasiswa Rengel (HMR) dan Penambang batu kapur sebagai variabel bebas dan pentingnya reboisasi sebagai variael terikat. Penelitian ini menggunakan kuesioner, obervasi, dan dokumensi dalam mengumpulkan data.
Dalam penelitian ditemukan bahwa komjnikasi interpersonal antara Himpunan Mahasiswa Rengel dan Penamabang sudah efektif. Terbukti dari perolehan prosentase kuesioner yang sudah disebar yaitu sebesar 85,2%. Presentasi tersebut didapat dari lima rumus komunikasi interpersonal yaitu respect,emphaty, clarity, audible, humble. Dari hasil observasi penambang juga sudah mulai peduli dengan bekas galian batu kapurnya, sehingga mereka melakukan reboisasi dan penyiraman dijalan sekitar area tambang agar debu tidak mengganggu warga sekitar dan habitat tumbuhan ataupun hewan bisa kembali lagi tumbuh ditempat bekas galian batu kapur tersebut..
No other version available