Realia
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan 3M Pada Anak TK ABA 75 Pesanggrahan Laren Lamongan
ABSTRAKSI
Agustina,Vicky Arisanti. 2016 :Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Kegiatan 3M Pada Anak TK ABA 75 Pesanggrahan Laren Lamongan.
Pembimbing I :Dr.Hj.Heny Sulistianingrum,M.Pd
Pembimbing II :Hj.Siti Rahayu,S.Pd.M.Pd
Kata Kunci :Kemampuan Motorik Halus, Kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel)
Penelitian ini di latarbelakangi oleh stimulasi perkembangan motorik halus yang bertujuan melatih keterampilan jari-jemari anak untuk persiapan menulis sperti menggunting, menjiplak, memotong, menggambar, mewarnai, menempel, bermain (playdough) dan meronce perlu diberikan kepada anak taman kanak-kanak agar kemampuan motorik halusnya dapat berkembang dengan baik.
Tujuan dalam penelitian ini yaitu: (1). Untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 75 Pesanggrahan Laren Lamongan melalui kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel Tahun Pelajaran 2015/2016. (2). Untuk mendeskripsikan sejauhmana peningkatan kemampuan motorik halus pada anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 75 Pesanggrahan Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan melalui kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempe) TAhun Pelajaran 2015/2016.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dalam 3 siklus. Subyek penelitian ini adalah anak kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 75 Pesanggrahan Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan berjumlah 17 anak. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi hasil karya dan dokumentasi. Sedangkan tehnik analisis data yaitu menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif.
Melalui kegiatan 3M (Mewarnai, Menggunting, Menempel) dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada kelompok A TK Aisyiyah Bustanul Athfal 75 Pesanggrahan Kecamatan Laren Kabupaten Lamongan Tahun Pelajaran 2015/2016. Peningkatan kemampuan motorik halus dapat dilihat dari adanya peningkatan ketuntasan belajar dalam satu kelas dengan rata-rata prosentase pada pra siklus dan setelah pelaksanaan siklus I, siklus II dan siklus III. Ketuntasan belajar dalam satu kelas pada pra siklus sebesar 5,88% dengan rata-rata prosentase sebesar 39,21%, kemudian peningkatan ketuntasan belajar dalam satu kelas pada siklus I sebesar 11,76% dengan rata-rata prosentase sebesar 53,43%, kemudian peningkatan ketuntasan belajar dalam satu kelas pada siklus II sebesar 41,17% dengan rata-rata prosentase sebesar 62,25% dan ketuntasan belajar dalam satu kelas pada siklus III sebesar 94,11% dengan rata-rata prosentase siklus II sebesar 79,11%. Dengan demikian menerima hipotesa yang dilakukan.
No other version available