Equipment
PERANG OPINI CAPRES CAWAPRES DI FACEBOOK
PERANG OPINI CAPRES CAWAPRES DI FACEBOOK
Mutiah, M.I.Kom, Sri Musrifah, M.IP, Reny Budilestari, M.Si
FISIP Universitas PGRI Ronggolawe, Tuban, Jawa Timur
Abstrak
Media Sosial dalam hal ini Facebook, pada awalnya identik sebagai sarana sosial yang menghubungkan orang-orang dengan temannya atau rekan-rekan mereka, namun pada perkembangannya aplikasi yang dihadirkan facebook memungkinkan pengguna untuk memposting beranekaragam artikel, berita, foto, video. Bahkan postingan tersebut dapat diperbanyak dengan aplikasi ?share?. Pada bulan Juni yang notabene adalah periode kampanye pilpres, terjadi peningkatan postingan tentang masing-masing pasangan capres dan cawapres dari para simpatisan. Para simpatisan itu mengutarakan opini mereka di facebook secara bebas, terlepas dari opini yang mereka utarakan sebagai ?status? atau postingan tersebut memiliki data yang akurat atau tidak. Akibatnya postingan itu dapat memancing opini-opini lanjutan yang berbuntut panjang bahkan bisa saja memunculkan konflik antar pengguna facebook itu sendiri.
Membicarakan topik capres di media sosial pastilah akan menuai opini publik. Opini publik adalah sikap dari rakyat mengenai sesuatu masalah yang menyangkut kepentingan umum. Menurut teori spiral kebisuan, ada tiga karakteristik komunikasi massa yang dapat berpengaruh pada opini publik, yaitu kumulasi (cummulation) atau penimbunan; ubiquitas (ubiquity): keberadaan media yang selalu ada dimana-mana; dan konsonansi (consonance) atau persesuaian antara apa yang disampaikan media massa dengan opini publik. Untuk menganalisis akan digunakan pendekatan framing agar membantu membuka dan melihat tentang bagaimana realitas dibentuk dan dikonstruksi. Facebook sebagai media baru dalam pengungkapan opini publik akan menjadi kajian yang menarik. Data penelitian ini diperoleh melalui pengamatan penelusuran postingan simpatisan mulai juni hingga juli terutama pada periode kampanye capres cawapres.
Penulis mendokumentasikan akun facebook simpatisan dengan memfoto postingan dan komen komen yg berkaitan degan opini kampanye atau pribadi capres dan cawapres. Untuk membedah karakteristik narasi yang diposting simpatisan, penulis juga menggunakan pendekatan analisis naratif. Analisis naratif digunakan manakala simpatisan memposting artikel dari berita media, pendekatan ini sejalan dengan analisis framing karena secara tidak langsung pendekatan ini juga membongkar ideologi dibalik teks berita media. Dalam sistem demokrasi, apa yg dilakukan oleh pemerintah harus sesuai dengan yg dipikirkan dan disuarakan (diopinikan) oleh rakyat. Pemerintahan yg demokratis memberikan kebebasan berpendapat kepada rakyatnya, yang itu kemudian terwujud dalam opini publik. Opini publik dalam pemerintahan yg demokratis adalah sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap kinerja pemerintah
Kata Kunci: Facebook, opini publik, simpatisan
No copy data
No other version available