TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E DENGAN METODE PENEMUAN TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kebiasaan guru dalam menggunakan model pembelajaran langsung dan tidak pernah menggunakan diskusi kelas sehingga menyebabkan rendahnya kemampuan pemecahan masalah yang dimiliki oleh siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam memecahkan masalah yaitu salah satunya dengan menggunakan model learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan pendekatan deskriptif kualitatif. penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Merakurak tahun ajaran 2014/2015. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VIII. Sampel yang digunakan adalah siswa kelas VIII F yang dibelajarkan dengan pembelajaran langsung dan kelas VIII G yang dibelajarkan dengan menggunakan model pembelajaran learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing. Pada akhir pembelajaran, kedua kelas sampel diberi tes akhir (postes) untuk mengetahui apakah ada pengaruh model pembelajaran learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa.
Berdasarkan hasil uji normalitas dan homogenitas data hasil tes kedua sampel tersebut diperoleh bahwa data kedua sampel normal dan homogen, sehingga untuk pengujian statistik dapat menggunakan uji t. Menurut hasil penelitian dan pembahasan perhitungan uji t diperoleh t_hitung=2,379 sedangkan t_tabel=2,000 oleh karena t_hitung>t_tabel yaitu 2,379>2,000 maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Merakurak antara siswa yang diberi model pembelajaran learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing dan siswa yang diberi model pembelajaran langsung pokok bahasan prisma dan limas Tahun Ajaran 2014/2015. Perbedaan ini dapat dilihat dari hasil rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 75,91 dan kelas kontrol sebesar 69,30. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran learning cycle 5e dengan metode penemuan terbimbing terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Merakurak pokok bahasan prisma dan limas Tahun Ajaran 2014/2015.
No other version available