TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN MODEL CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) DENGAN PENDEKATAN RME UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA DI SD
ABSTRAK
Frendy Prahara Putra, 2015 : Penerapan Model CORE (Connecting, Organizing,
Reflecting, Extending) dengan Pendekatan RME
Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyelesaikan
Soal Cerita di SD
Pembimbing : Dr. Warli, M.Pd.
Kata Kunci : CORE, RME, dan Soal Cerita.
Soal cerita dalam matematika menjadi suatu masalah serius yang sedang dihadapi oleh siswa sekolah dasar, sehingga pembelajaran matematika di sekolah dasar perlu ditekankan pada kemampuan menyelesaikan soal cerita. Secara umum, kemampuan siswa kelas V SDN Sumberagung II dalam menyelesaikan soal cerita matematika masih rendah. Kemampuan guru mengelola pembelajaran yang kurang efektif, menyebabkan kebosanan pada siswa dalam mengikuti pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa setelah penerapan model CORE dengan pendekatan RME dan bagamana kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran CORE dengan pendekatan RME. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan menyelesaian soal cerita siswa setelah penerapan model CORE dengan pendekatan RME dan mendeskripsikan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran CORE dengan pendekatan RME.
Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan 3 Siklus dan data kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Sumberagung II yang berjumlah 25 siswa terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan dengan karakteristik yang heterogen. Pengambilan data dilakukan melalui tes dan observasi dengan teknik analisa data deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan menyelesaikan soal cerita siswa kelas V SDN Sumberagung II, pada siklus I siswa yang tuntas mengerjakan soal cerita mencapai 60%. Pada siklus II siswa yang tuntas mengerjakan soal cerita mencapai 72% dan pada siklus III siswa yang tuntas mengerjakan soal cerita mencapai 88%. Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran CORE dengan pendekatan RME pada siklus I mencapai 3,90 dengan kategori Baik. Pada siklus II mencapai 4,11 dengan kategori Baik dan siklus III mencapai 4,21 dengan kategori Baik. Berdasarkan hasil penelitian, maka terjadi peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran CORE dengan pendekatan RME efektif.
No other version available