TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENGARUH MODEL PROBLEM SOLVING DENGAN STRATEGI METAKOGNISI TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA SMP
ABSTRAK
Sulistyorini, Lina. 2015 : Pengaruh model Problem Solving dengan strategi metakognis iterhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP
Pembimbing : Dr. Hj. HenySulistyaningrum, M.Pd
Kata Kunci : Problem Solving, pembelajaran konvensional, kemampuan pemecahan masalah
Penelitian ini didasari oleh masih rendahnya cara berpikir siswa dalam mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan pembelajaran matematika yang dilaksanakan di sekolah masih menggunakan pembelajaran konvensional, yakni pembelajaran yang menerapakan guru sebagai pemberi informasi yang kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi atau menyampaikan pendapatnya. Salah satu alternatif yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menggunakan model problem solving.
Tujuan dari penelitian ini adalah menguji ada tidaknya pengaruh yang signifikan antara model problem solving dengan strategi metakognisi dengan pembelajaran konvensional terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa SMP. Ini berarti dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas eksperimen lebih besar dibanding rata-rata kelas kontrol. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen kuantitatif dengan rancangan Pretest-Posttest kelompok kontrol subjek random. Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 SENORI tahun pelajaran 2014/2015 dengan subjek penelitian adalah siswa kelas VIIIC sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas VIIIB sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan menggunakan Pretest dan Posttest hasil kemampuan pemecahan masalah matematika. Data yang diperoleh dianalisis dengan bantuan program komputer SPSS 19.0 for window.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa pencapaian hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan, hal ini ditunjukkan dengan pengujian hipotesis yang telah dilakukan melalui perhitungan uji statistika t dari pengujian tersebut diperoleh bahwa thitung = 3,457 sedangkan ttabel = 2,003. Dengan demikian thitung>ttabel. Berdasarkan pernyataan tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa H1 diterima, artinya hasil kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol terdapat perbedaan yang signifikan.
No other version available