TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA SMP BERDASARKAN GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF
ABSTRAK
Yulia Nofitasari, 2015 : KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA SMP BERDASARKAN GAYA KOGNITIF REFLEKTIF DAN IMPULSIF
Pembimbing : Dr. Warli, M.Pd.
Kata kunci : Koneksi Matematika, Gaya Kognitif, Reflektif Dan Impulsif
Setiap siswa memiliki keunikan yang berbeda-beda. Untuk itu dalam pembelajaran seorang guru harus bisa memperhatikan keunikan yang dimiliki setiap siswa, agar mereka mempunyai peluang yang sama untuk berkembang.Salah satu keunikan yang jadi perhatian dalam tulisan ini adalah gaya kognitif siswa yaitu lebih spesifik gaya kognitif reflektif dan impulsif.Adapun tujuannya ialah untuk mendeskripsikan kemampuan koneksi Matematika pada pokok bahasan bangun ruang siswa kelas VIII-A SMP Negeri 1 Palang yang memiliki gaya kognitif reflektif dan impulsif serta untuk mengetahui perbedaan kemampuan koneksi matematika dari keduanya.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif.Sedangkan jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan kuantitatif. Instrumen penelitiannya berupa tes MFFT yang merupakan tes untuk mengetahui gaya kognitif siswa, tes kemampuan koneksi Matematika serta wawancara berbasis tes. Subjek penelitian sebanyak 4 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil dari kedua tes tersebut serta mampu mengkomunikasikan jawabannya secara lisan dengan baik.
Teknik analisis datanya berupa kuantitatif yaitu dengan rumus varian dan simpangan baku untuk menganalisis data hasil tes kemampuan koneksi matematika siswa serta Uji Mann-Whithney untuk mengetahui perbedaan antara kemampuan koneksi matematika siswa dari kedua gaya kognitif tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa reflektif mampu mencari hubungan antara berbagai representasi konsep dan prosedur, dapat memahami dengan cukup baik hubungan antar topik Matematika, mampu menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, kurang mampu memahami representasi ekuivalen konsep yang sama, kurang mampu dalam mencari koneksi antara prosedur pengerjaan dalam mencari panjang rusuk kubus besar maupun kecil dengan melibatkan konsep perbandingan, mampu menggunakan koneksi antar topik matematika, mampu mengungkapkan apa yang dipikirkannya. Sedangkan siswa Impulsif mampu menunjukkan hubungan antara ciri yang ada pada balok dan juga kubus yang dalam hal ini adalah persamaannya, mampu memahami hubungan antara topik bangun ruang dengan perbandingan, kurang mampu menggunakan matematika dalam kehidupan sehari-hari, kurang mampu memahami representasi ekuivalen konsep yang sama, kurang mampu dalam mencari koneksi antar prosedur, mampu menggunakan koneksi antar topik matematika, dalam memberikan jawaban secara lisan, siswa terkesan tidak tegas dan pendapatnya mudah digoyahkan.Berdasarkan hasil uji Mann Whitney dapat diketahui bahwa kemampuan koneksi matematika antara siswa yang bergaya kognitif reflektif dan impulsif relatif sama.
No other version available