Text
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGATIVE FIELD WORK DENGAN MEDIA LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI DI SMP NEGERI 7 TUBAN
Diberlakukannya Kurikulum Tigkat Satuan Pendidikan (KTSP) mengharuskan pendidik untuk kreatif dan inovatif dalam memadukan model dan media pembelajaran. Namun fakta di lapangan guru masih terbiasa dengan model konvensional dalam mensiasati materi tertentu yang tidak mungkin dijalankan dengan model kooperatif, alasannya terbatas fasilitas pendukung. Hal itu berakibat pada penurunan prestasi belajar siswa khususnya mata pelajaran IPA bidang studi Biologi. Biologi mengharuskan siswa untuk melakukan eksperimen dan investigasi langsung pada obyeknya. Oleh sebab itu peneliti melakukan penelitian tentang model pembelajaran Investigative Field Work dengan media lingkungan sekolah. Tujuannya untuk mengetahui pengaruh model Investigative Field Work pada hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan desain Two-Group (Pre-Test? - Post-Test). Populasi yang digunakan berjumlah 284 siswa tersebar dari kelas VII-A sampai VII-H SMP Negeri 7 Tuban. Dari populasi tersebut dipilih 2 sampel sebagai kelas kontrol dan eksperimen melalui cara pengundian.
Hasil penelitian pre-test kedua sampel sebelum diberikan perlakuan memiliki nilai rata-rata yang tidak jauh berbeda. Analisis data dengan uji T program SPSS 16 menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan dari kedua sampel tersebut. Setelah diberikan model pembelajaran Investigative Field Work dengan media lingkungan sekolah menunjukkan hasil belajar yang lebih baik dari ketiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Melalui uji T program SPSS 16, menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil belajar aspek kognitif, afektif dan psikomotor kelas eksperimen jauh lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh model pembelajaran Investigative Field Work dengan media lingkungan sekolah terhadap hasil belajar biologi di SMP Negeri 7 Tuban.
No other version available