Skripsi Ilmu Perikanan
KAJIAN ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM DAKWAH EMHA AINUN NADJIB DI TUBAN
ABSTRAKSI
Abidin, Ahmad Jaenal 2015 : Kajian Alih Kode dan Campur Kode dalam Dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban
Pembimbing : Dra. Wahyu Mulyani, M.Si.
Kata Kunci : Alih Kode, Campur Kode, Dakwah
Bahasa merupakan alat komunikasi sosial yang penting bagi manusia. Dalam proses komunikasi yang sebenarnya, penutur mempunyai pilihan diantara variasi atau ragam bahasa yang ada, bergantung pada situasi alih kode dan campur kode. Fenomena kebahasaan berupa penggunaan alih kode dan campur kode antarbahasa juga dapat terjadi dalam peristiwa dakwah. Sehingga penulis melakukan penelitian tentang alih kode dan campur kode dalam dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban.
Tujuan Penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan bentuk alih kode dan campur kode, (2) mendeskripsikan faktor yang melatarbelakangi alih kode dan campur kode, dan (3) mendeskripsikan fungsi alih kode dan campur kode dalam dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sumber data penelitian ini berasal dari rekaman yang berisi tuturan dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban. Metode pengumpulan data dengan metode simak. Sedangkan metode analisis data dengan menggunakan metode padan intralingual.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa Bentuk alih kode dalam dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban adalah (1) alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Jawa, (2) alih kode dari bahasa Jawa ke dalam bahasa Indonesia, (3) alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris, (4) alih kode dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Arab, (5) alih tingkat tutur ragam bahasa Jawa ngoko ke ragam bahasa Jawa krama, dan (6) alih tingkat tutur ragam bahasa Jawa krama ke ragam bahasa Jawa ngoko. Kemudian faktor yang melatarbelakangi alih kode sebagai berikut: (1) Penutur mensitir kalimat lain, (2) Pengaruh kalimat-kalimat yang mendahului penuturan, (3) Pengaruh situasi bicara, (4) Pengaruh materi percakapan, (5) Penutur ingin menyesuaikan diri dengan kode yang dikuasai lawan bicara, dan (6) Pengaruh maksud-maksud tertentu. Fungsi alih kode yang ditemukan sebagai berikut: (1) mengakrabkan suasana, (2) menghormati lawan bicara, (3) meyakinkan topik pembicaraan, (4) untuk membangkitkan rasa humor, dan (5) untuk sekadar bergaya atau bergengsi.
Campur kode yang terdapat dalam dakwah Emha Ainun Nadjib di Tuban dibagi menjadi berbagai macam bentuk menurut struktur kebahasaan yang terlibat di dalamnya yaitu (1) campur kode berwujud penyisipan kata dasar, (2) campur kode berwujud penyisipan kata jadian, dan (3) campur kode berwujud penyisipan frasa. Kemudian faktor yang melatarbelakangi campur kode sebagai berikut: (1) penggunaan istilah yang lebih populer, (2) topik pembicaraan, (3) fungsi dan tujuan, (4) ragam dan tingkat tutur bahasa, (5) untuk membangkitkan rasa humor, dan (6) untuk sekadar bergengsi. Sedangkan fungsi campur kode yang ditemukan yaitu (1) lebih persuasif (2) lebih argumentatif, (3) lebih komunikatif, (4) lebih prestise atau bergengsi, dan (5) lebih singkat dan mudah diucapkan.
No other version available