Skripsi Ilmu Perikanan
STRUKTUR NARATIF, FUNGSI SOSIAL, DAN NILAI TRADISI DALAM CERITA RAKYAT DI KECAMATAN RENGEL KABUPATEN TUBAN
ABSTRAKSI
AprilliaNuurFitriningtyas : Struktur Naratif, Fungsi Sosial, Dan Nilai Tradisi Dalam Cerita Rakyat Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
Pembimbing : Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd.
Kata Kunci : Struktur Naratif, Fungsi Sosial, dan Nilai Tradisi dalam Cerita Rakyat di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban
Ada sebuah paradigma yang dalam tradisi lisan yang mengatakan bahwa semua karya sastra lisan (dari mulut ketelinga) menjadi objek kajian yang tidak perlu dipilahkan, bernilai keindahan tinggi atau tidak. Berdasarkan paradigm di atas, penulis tertarik untuk meneliti ceritalisan yang ada di Kabupaten Tuban. Penulis akhirnya mengambil Cerita Rakyat yang ada di dalam Kecamatan Rengel diantaranya adalah cerita rakyat Goa Ngerong, Sendang SendangLanjarMaibit, dan Sendang Beron. Cerita tersebut akan penulis kaji dengan menggunakan : (1) kajian struktur naratif, (2) fungsi dan (3) nilai tradisi. Kajian struktur naratif yang meliputi meliputi tema, tokoh-penokohan, plot (alur cerita), setting (pelataran), sudut pandang (point of view), dan pesan (amanat). Fungsi sosial yang meliputi sebagai mempertebal perasaan solidaritas dan sebagai alat yang menyenangkan dan memberi hiburan dan nilai tradisi yang meliputi nilai tradisi manganan dan tradisi wiwit. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif, fungsi dan nilai tradisi dalam cerita rakyat yang ada di Kecamatan Rengel.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif bersifat deskriptif, yang menjadi data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan. Teknik pengumpulan data sastra lisan ini menggunakan teknik perekaman cerita, teknik pengamatan, pencatatan dan teknik wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan cara : 1) data rekaman di transkripsikan atau dipindahkan dari bentuk rekaman kebentuk tulisan, 2) transkripsi cerita dipisahkan dari transkripsi wawancara dengan audien dan tokoh masyarakat, 3) setelah ditrankrip, diadakan penterjemahan kedalam bahasa Indonesia, 4) analisis struktur naratif dilaksanakan dengan cara : (1) membaca cerita yang sudah ditranskrip, (2) Menganalisis tema, tokoh-penokohan, plot, setting, dan amanat, (3) analisis terhadap fungsi sosial dilaksanakan dengancara : (1) menganalisis aspirasi masyarakat sekitar, (2) menemukan fungsi sosial untuk mempertebal perasaan solidaritas, (3) menemukan fungsi sosial sebagai alat yang menyenangkan dan memberi hiburan, (4) analisis terhadap nilai tradisi dilakukan dengancara : (1) membaca transkrip cerita, (2) mengamati tradisi masyarakat sekitar.
Dari analisis yang penulis lakukan dalam meneliti struktur naratif, fungsi, dan nilai tradisi mengenai cerita rakyat Goa Ngerong, Sendang Lanjar Maibit, dan Sendang Beron. Penulis dalam bagian ini dapat menyimpulkan tiga hal penting yang menjadi pokok kajian dalam penelitian ini, yaitu : (1) Deskripsi struktur naratif yang ada pada cerita rakyat Goa Ngerong, Sendang Lanjar Maibit, dan Sendang Beron yaitu meliputi tema, tokoh-penokohan, plot, setting, dan amanat, (2) Cerita rakyat Goa Ngerong, Sendang Lanjar Maibit, dan Sendang Beron mempunyai dua fungsi sosial cerita, yaitu (1) Untuk mempertebal perasaan solidaritas, (2) Sebagai alat yang menyenangkan dan memberi hiburan, (3) Nilai tradisi yang ada dalam ceritarakyat Goa Ngerong, SendangLanjarMaibit, dan Sendang Beron mempunyai dua nilai tradisi, yaitu (1) Tradisi manganan, (2) Tradisi wiwit.
Saran ?saran dari penulis kepada pihak-pihak terkait dengan pemerhati sastra setelah membaca skripsi struktur naratif, fungsi sosial, dan nilai tradisi dalam cerita rakyat di Kecamatan Rengel Kabupaten Tuban. Seperti yang sudah diketahui pada bab I, bab II, kajian struktur naratif hanya terbatas pada tema, tokoh-penokohan, plot, setting, dan pesan, sedangkan fungsi sosial hanya terbatas pada fungsi sosial sebagai mempertebal perasaan solidaritas, fungsi sosial sebagai alat yang menyenangkan dan memberi hiburan dan pada nilai tradisi hanya terbatas pada nilai tradisi manganan dan tradisi wiwit. Maka saran untuk peneliti selanjutnya telaahlah kepribadian lainnya. Sehingga pengetahuan kita tentang karya sastra semakin bertambah dan berkembang.
No other version available