Buku PGSD
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFAE) DENGAN MEDIA GAMBAR UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA MTs MANBAIL FUTUH 2 BANCAR
Negara, Fredy Ika. 2015 : Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator And Explaining (SFAE) Dengan Media Gambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa MTs Manbail Futuh 2 Bancar
Pembimbing : Dr. Imas Cintamulya, M.Si
Kata kunci : Berpikir kritis, Student Facilitator And Explaining, Media gambar, Aktivitas siswa, Aktivitas guru
Pembelajaran yang dilakukan oleh guru selama ini lebih banyak memberi ceramah dan latihan mengerjakan soal-soal dengan cepat tanpa memahami konsep secara mendalam. Hal ini menyebabkan siswa kurang terlatih untuk mengembangkan daya nalarnya dalam memecahkan permasalahan. Supaya terjadi pengkontruksian pengetahuan secara bermakna, maka guru harus melatih siswa supaya dapat berpikir secara kritis dalam menganalisis maupun dalam memecahkan suatu permasalahan. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan perbaikan pembelajaran dengan melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) melalui penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar. Penelitian tindakan kelas yang dilakukan meliputi 3 siklus, diantaranya yaitu: siklus I, siklus II, dan siklus III. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; (2) peningkatan aktivitas siswa selama penerapan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar; (3) peningkatan aktivitas guru selama menerapkan model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar; (4) respon siswa terhadap model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII A sebanyak 26 siswa dan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu: observasi, tes dan angket.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II meningkat sebesar 10,3% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 2,3%. Selain itu rata-rata aktivitas siswa dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 8,3% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 8% sedangkan aktivitas guru dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebesar 13,8% dan dari siklus II ke siklus III meningkat sebesar 12,5% dan respon siswa terhadap model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar bersifat positif. Dari analisis data tersebut, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran student facilitator and explaining dengan media gambar dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
No copy data
No other version available