Senayan

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Bookmark Share

Penelitian Dosen

PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK NEGERI 1 TUBAN

Ahmad Zuhdi Musta'in - Personal Name;

ABSTRAK

Alistyawati, 2010: PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK NEGERI 1 TUBAN

Pembimbing : Dra. Ec Henny Sri Astuty, M.Pd
Kata Kunci : problem solving, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar

Perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat menuntut sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman sekarang. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. untuk mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas, maka perlu diperhatikan metode dalam mengajar dan strategi pengajaran yang akan diterapkan oleh guru kepada siswa. Salah satu metode yang digunakan yaitu problem solving dimana metode ini diharapkan mampu melatih siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang diberikan. Kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban masih rendah, siswa masih terlihat kesulitan untuk mengaitkan materi yang diperoleh di sekolah dengan masalah yang ada di sekitar mereka. Dalam hal keantusiasan belajar, siswa masih menunggu guru datang ke kelas daripada berinisiatif untuk belajar sendiri, selama guru belum hadir jarang siswa yang berdiskusi dengan teman tentang materi yang akan diajarkan atau materi yang telah lalu, kebanyakan dari mereka ramai dan hanya bercanda. Adapun sumber belajar yang dimiliki siswa hanya terbatas pada buku paket yang ada di perpustakaan, LKS dan Internet. Hal ini mengakibatkan kurangnya prestasi yang didapat oleh siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan model pembelajaran problem solving pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban, mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban dan mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X- Osi SMK Negeri 1 Tuban dengan jumalah siswa sebanyak 35 siswa laki-laki.
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tuban, dengan alamat jalan Mastrip no. 2 Tuban pada tanggal 3 Februari 2014 s.d 21 April 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif?kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi dan wawancara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa selama pemberian tindakan. pada silus I rata-rata kemampuan berpikir kristis siswa adalah diantaranya: untuk aspek merumuskan masalah rata-rata skor kelompok untuk aspek ini meningkat 34.62%. Aspek yang kedua yaitu memberikan argumen dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 21.15%. Aspek yang ketiga adalah melakukan deduksi dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 26.28. Aspek yang keempat adalah melakukan induksi dengan rata-rata skoor kelompok meningakat sebesar 29.49%. Aspek yang kelima adalah melakukan evaluasi dengan skor kelompok meningkat sebesar 19.23%. Dan aspek yang terakhir adalah memutuskan dan melaksanakan dengan perolehan skor rata-rata kelompok mengalami peningkatan sebesar 32.69%.

Sedangkan untuk peningkatan prestasi belajar yang mencapai skor 75 atau lebih, sebanyak 33 siswa dari 35 siswa. Hal ini berarti ketuntasan belajarnya tercapai yaitu sebesar 89.74%, dan hasil ini mengalami kenaikan dibandingkan pada siklus I sebesar 10.33%. Pada siklus II ini ditemukan bahwa kelompok 1 memperoleh skor rata-rata tertinggi bila dibandingkan dengan kelompok lainnya yaitu sebesar 90.8%. Sedangkan kelompok lain berturut-turut adalah kelompok 7 sebesar 89.4%, kelompok 4 sebesar 89.25%, kelompok 3 sebesar 88%, kelompok 2 sebesar 86%, kelompok 6 dan 8 besarnya sama yaitu 83.2%, dan yang terakhir adalah kelompok 5 yaitu sebesar 82.6%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dengan metode problem solving, bagi guru yang berminat mererapkan pembelajaran dengan metode ini harap memperhatikan pengelolaan kelas, dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mencari subyek penelitian/sekolah yang belum pernah dilakukan penelitian tindakan kelas, juga bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggunakan waktu yang tersedia dan tidak hanya terpaku pada dua siklus.


ABSTRAK

Alistyawati, 2010: PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK NEGERI 1 TUBAN

Pembimbing : Dra. Ec Henny Sri Astuty, M.Pd
Kata Kunci : problem solving, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar

Perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat menuntut sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman sekarang. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. untuk mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas, maka perlu diperhatikan metode dalam mengajar dan strategi pengajaran yang akan diterapkan oleh guru kepada siswa. Salah satu metode yang digunakan yaitu problem solving dimana metode ini diharapkan mampu melatih siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang diberikan. Kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban masih rendah, siswa masih terlihat kesulitan untuk mengaitkan materi yang diperoleh di sekolah dengan masalah yang ada di sekitar mereka. Dalam hal keantusiasan belajar, siswa masih menunggu guru datang ke kelas daripada berinisiatif untuk belajar sendiri, selama guru belum hadir jarang siswa yang berdiskusi dengan teman tentang materi yang akan diajarkan atau materi yang telah lalu, kebanyakan dari mereka ramai dan hanya bercanda. Adapun sumber belajar yang dimiliki siswa hanya terbatas pada buku paket yang ada di perpustakaan, LKS dan Internet. Hal ini mengakibatkan kurangnya prestasi yang didapat oleh siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan model pembelajaran problem solving pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban, mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban dan mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X- Osi SMK Negeri 1 Tuban dengan jumalah siswa sebanyak 35 siswa laki-laki.
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tuban, dengan alamat jalan Mastrip no. 2 Tuban pada tanggal 3 Februari 2014 s.d 21 April 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif?kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi dan wawancara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa selama pemberian tindakan. pada silus I rata-rata kemampuan berpikir kristis siswa adalah diantaranya: untuk aspek merumuskan masalah rata-rata skor kelompok untuk aspek ini meningkat 34.62%. Aspek yang kedua yaitu memberikan argumen dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 21.15%. Aspek yang ketiga adalah melakukan deduksi dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 26.28. Aspek yang keempat adalah melakukan induksi dengan rata-rata skoor kelompok meningakat sebesar 29.49%. Aspek yang kelima adalah melakukan evaluasi dengan skor kelompok meningkat sebesar 19.23%. Dan aspek yang terakhir adalah memutuskan dan melaksanakan dengan perolehan skor rata-rata kelompok mengalami peningkatan sebesar 32.69%.

Sedangkan untuk peningkatan prestasi belajar yang mencapai skor 75 atau lebih, sebanyak 33 siswa dari 35 siswa. Hal ini berarti ketuntasan belajarnya tercapai yaitu sebesar 89.74%, dan hasil ini mengalami kenaikan dibandingkan pada siklus I sebesar 10.33%. Pada siklus II ini ditemukan bahwa kelompok 1 memperoleh skor rata-rata tertinggi bila dibandingkan dengan kelompok lainnya yaitu sebesar 90.8%. Sedangkan kelompok lain berturut-turut adalah kelompok 7 sebesar 89.4%, kelompok 4 sebesar 89.25%, kelompok 3 sebesar 88%, kelompok 2 sebesar 86%, kelompok 6 dan 8 besarnya sama yaitu 83.2%, dan yang terakhir adalah kelompok 5 yaitu sebesar 82.6%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dengan metode problem solving, bagi guru yang berminat mererapkan pembelajaran dengan metode ini harap memperhatikan pengelolaan kelas, dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mencari subyek penelitian/sekolah yang belum pernah dilakukan penelitian tindakan kelas, juga bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggunakan waktu yang tersedia dan tidak hanya terpaku pada dua siklus.

ABSTRAK

Alistyawati, 2010: PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KEWIRAUSAHAAN DI SMK NEGERI 1 TUBAN

Pembimbing : Dra. Ec Henny Sri Astuty, M.Pd
Kata Kunci : problem solving, kemampuan berpikir kritis, prestasi belajar

Perkembangan ilmu dan teknologi yang begitu pesat menuntut sumber daya manusia yang memiliki keahlian dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan zaman sekarang. Kualitas pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai pendidik dan siswa sebagai peserta didik. untuk mewujudkan suatu pendidikan yang berkualitas, maka perlu diperhatikan metode dalam mengajar dan strategi pengajaran yang akan diterapkan oleh guru kepada siswa. Salah satu metode yang digunakan yaitu problem solving dimana metode ini diharapkan mampu melatih siswa dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah yang diberikan. Kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban masih rendah, siswa masih terlihat kesulitan untuk mengaitkan materi yang diperoleh di sekolah dengan masalah yang ada di sekitar mereka. Dalam hal keantusiasan belajar, siswa masih menunggu guru datang ke kelas daripada berinisiatif untuk belajar sendiri, selama guru belum hadir jarang siswa yang berdiskusi dengan teman tentang materi yang akan diajarkan atau materi yang telah lalu, kebanyakan dari mereka ramai dan hanya bercanda. Adapun sumber belajar yang dimiliki siswa hanya terbatas pada buku paket yang ada di perpustakaan, LKS dan Internet. Hal ini mengakibatkan kurangnya prestasi yang didapat oleh siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan model pembelajaran problem solving pada siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban, mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban dan mengetahui model pembelajaran problem solving dapat meningkatan prestasi belajar siswa kelas X SMK Negeri 1 Tuban.Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X- Osi SMK Negeri 1 Tuban dengan jumalah siswa sebanyak 35 siswa laki-laki.
Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri 1 Tuban, dengan alamat jalan Mastrip no. 2 Tuban pada tanggal 3 Februari 2014 s.d 21 April 2014. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan deskriptif?kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan sistem observasi dan wawancara.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan prestasi belajar siswa selama pemberian tindakan. pada silus I rata-rata kemampuan berpikir kristis siswa adalah diantaranya: untuk aspek merumuskan masalah rata-rata skor kelompok untuk aspek ini meningkat 34.62%. Aspek yang kedua yaitu memberikan argumen dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 21.15%. Aspek yang ketiga adalah melakukan deduksi dengan rata-rata skor kelompok meningkat sebesar 26.28. Aspek yang keempat adalah melakukan induksi dengan rata-rata skoor kelompok meningakat sebesar 29.49%. Aspek yang kelima adalah melakukan evaluasi dengan skor kelompok meningkat sebesar 19.23%. Dan aspek yang terakhir adalah memutuskan dan melaksanakan dengan perolehan skor rata-rata kelompok mengalami peningkatan sebesar 32.69%.

Sedangkan untuk peningkatan prestasi belajar yang mencapai skor 75 atau lebih, sebanyak 33 siswa dari 35 siswa. Hal ini berarti ketuntasan belajarnya tercapai yaitu sebesar 89.74%, dan hasil ini mengalami kenaikan dibandingkan pada siklus I sebesar 10.33%. Pada siklus II ini ditemukan bahwa kelompok 1 memperoleh skor rata-rata tertinggi bila dibandingkan dengan kelompok lainnya yaitu sebesar 90.8%. Sedangkan kelompok lain berturut-turut adalah kelompok 7 sebesar 89.4%, kelompok 4 sebesar 89.25%, kelompok 3 sebesar 88%, kelompok 2 sebesar 86%, kelompok 6 dan 8 besarnya sama yaitu 83.2%, dan yang terakhir adalah kelompok 5 yaitu sebesar 82.6%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan agar dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penelitian tindakan kelas dengan metode problem solving, bagi guru yang berminat mererapkan pembelajaran dengan metode ini harap memperhatikan pengelolaan kelas, dan bagi peneliti selanjutnya sebaiknya mencari subyek penelitian/sekolah yang belum pernah dilakukan penelitian tindakan kelas, juga bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih banyak menggunakan waktu yang tersedia dan tidak hanya terpaku pada dua siklus.





















Availability

No copy data

Detail Information
Series Title
-
Call Number
-
Publisher
: ., 2010
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Senayan
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?