Skripsi Ilmu Perikanan
ANALISIS STRUKTURALISME GENETIK DALAM NOVEL LALITA KARYA AYU UTAMI
ABSTRAKSI
Winarsih, 2014 : Analisis Strukturalisme Genetik dalam Novel Lalita karya Ayu Utami
Pembimbing : Dra. Sri Yanuarsih, M.Pd
Kata Kunci : Strukturalisme Genetik, Novel Lalita, Ayu Utami
Strukturalisme genetik menurut Goldmann, (dalam Faruk, 2013:56) merupakan sebuah struktur karya sastra, tetapi struktur itu bukanlah sesuatu yang statis, melainkan merupakan produk dari proses sejarah yang terus berlangsung, proses strukturasi dan destrukturasi yang hidup dan dihayati oleh masyarakat karya sastra yang bersangkutan.
Untuk menopang teorinya tersebut Goldmann, membangun seperangkat kategori yang saling bertalian satu sama lain sehingga membentuk apa yang disebut strukturalisme genetik di atas. Kategori-kategori yang membangun teori strukturalisme genetik itu ada enam yaitu fakta kemanusiaan, subjek kolektif, strukturasi, pandangan dunia, pemahaman dan penjelasan.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tiga hal yang terkandung dalam strukturalisme genetik dalam teori Goldmann yaitu pertama, mendeskripsikan struktur intrinsik yang terdapat dalam novel Lalita karya Ayu Utami, kedua, mendeskripsikan latar belakang pengarang yang terdapat dalam novel Lalita karya Ayu Utami, ketiga, mendeskripsikan pandanagn dunia pengarang yang taerdapat dalam novel Lalita karya Ayu Utami.
Akan tetapi bagian-bagian yang ada tetap menjadi jembatan penghubung untuk memahami sebuah karya sastra. Dengan kata lain, teks sastra tetap menjadi muara struktur-struktur pembentuk yang ada. Menurut Laurenson dan Swingeood dalam (Endaswara, 2003:57-58) dijelaskan bahwa penekanan pada struktur dengan mengabaikan isi sebenarnya merupakan suatu permasalahan tersendiri, karena hal tersebut dapat mengabaikan hakikat sastra yang mempunyai tradisi sendiri. Sedangkan sosiologi sastra adalah pendekatan dalam karya sastra yang menonjolkan tiga aspek penelitian yakni, sosiologi pengarang, sosiologi pembaca dan sosiologi karya sastra.
Metode dalam penelitian ini adalah metode dialektika. Metode yang digunakan secara berhasil oleh Goldmann dalam strukturalisme genetik. Secara teoretis setiap fakta sastra dapat dianggap sebagai tesis, kemudian diadakan negasi. Prinsip dasarnya adalah unsur yang satu tidak lebur ke dalam unsur yang lainnya, individualitas justru dipertahankan disamping interdepensinya untuk mengawali penelurusan gejala berikutnya.
Bertolak dari pendapat di atas maka dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa, pemahaman dan pengikatan sebuah karya sastra hendaknya tidak melemahkan struktur-struktur diluar teks sastra serta tidak mengabaikan teks sastra sebagi muara dari semua struktur-srtuktur pendukung yang ada. Maka
xi
penulis memilih judul strukturalisme genetik sebagai pembedah novel Lalita karya Ayu Utami.
Jadi, karya sastra dan metode penelitian sastra adalah dua hal yang saling melengkapi. Karya sastra tanpa sentuhan dari penelitian akan kurang komunikatif bagi pembacanya. Endaswara, (2003:7) mengemukakan bahwa karya sastra sebagai syarat imajinasi. Dengan demikian, sebagai penulis memiliki tugas untuk mengungkap kekaburan menjadi jelas. Begitupun dengan metode penelitian sastra sangat besar ketergantungannya terhadap karya sastra.
No other version available