Skripsi Ilmu Perikanan
ANALISIS SOSIOLOGI DAN PSIKOLOGI NOVEL ?KEHORMATAN DIBALIK KERUDUNG? KARYA MA?MUN AFFANY
ABSTRAKSI
Indasah, Yuyun. 2014 : Analisis Sosiologi dan Psikologi novel Kehormatan Dibalik Kerudung karya Ma?mun Affany
Pembimbing : Drs. Sri Yanuarsih, M.pd
Kata Kunci : Sosiologi Sastra, Psikologi sastra, NovelKehormatan Dibalik Kerudung
Sastra Indonesia adalah sastra yang aslinya ditulis dalam bahasa Indonesia dan isinya memancarkan sikap watak, kepribadian bangsa Indonesia dalam memandang masalah. Yang merupakan bentuk atau hasil karya seseorang, seni kreatif yang tercipta dari kreatifitas pemikiran manusia, yang objeknya adalah manusia. Sastra berperan sebagai media menyampaikan ide, teori sistem berfikir penulis kepada pembacanya. Sastra tidak jarang digunakan sebagai media untuk menghibur, yaitu untuk membuat pembacanya senang dan rileks saat membaca sastra tersebut. Salah satu unsur yang terkandung dalam sebuah karya sastra adalah unsur kehidupan sosial-budaya serta ragam sikap pengarang terhadapnya. Salah satu karya fiksi adalah novel. Novel merupakan karangan yang panjang dan berbentuk prosa dan mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku. Sebagai salah satu krya sastra novel juga memiliki struktur yang kompleks. Adapun unsur-unsur pembangun novel ada dua yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Sosiologi sastra merupakan pemahaman terhadap karya sastra dengan mempertimbangkan aspek-aspek kemasyarakatanya. Sosiologi sastra memandang karya sastra sebagai hasil interaksi pengarang dengan masyarakat sebagai kesadaran kolektif. Sosiologi sastra mencakup tentang apa yang tersirat dalam karya sastra dan tujuan apa yang hendak disampaikan. Objek sosiologi adalah manusia dalam masyarakat, sebagai transindividual. Sedangkan pada aspek Psikologi sastra adalah suatu kajian yang bersifat tekstual terhadap aspek psikologis tokoh dalam karya sastra.psikologi sastra merupakan gabungan dari teori psikologi dengan teori sastra. Sastra sebagai gejala kejiwaan didalamnya terkandung fenomena-fenomena kejiwaan yang nampak lewat perilaku-perilaku tokoh-tokohnya. Dalam kaitanya aspek psikologi mengarah pada unsur intrinsik, seperti dalam analisis perwatakan para tokoh dalam karya sastra.
Tujuan penelitian yang penulis lakukan ini adalah untuk mengungkapkan dan menganalisis sosiologi sastra dan psikologi sastra yang terdapat dalam novel Anak Sejuta Bintang karya Akmal Nasery Basral.
Dalam menganalisis novel Anak Sejuta Bintang ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, dalam arti bahwa data yang dianalisis berbentuk deskripsi dan tidak berupa angka-angka. jenis peneltian yang digunakan, yaitu jenis penelitian kualitatif, sebab proses yang lebih ditonjolkan dalam penelitian ini tidak menggunakan prosedur statistik.Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan sosiologi sastra danpsikologi sastra. Pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk menggali interaksi sosial, dan konflik sosial. Pendekatanpsikologi sastra digunakan untuk menguraikan struktur kepribadian tokoh dalam novel.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu dengan menggunakan teknik studi dokumentasi. Dan data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang telah tersedia dalam novel Kehormatan Dibalik Kerudungkarya Ma?mun Affany.
Dari hasil analisis tersebut dapat ditemukan tokoh-tokoh di dalam novel Anak Sejuta Bintang diantaranya hubungan interaksi antar tokoh Syahdu dengan Ibunya selayaknya interaksi anak dengan orang tua, tokoh Syahdu dengan Nazmi yang berbuah pada interaksi yang kurang harmonis, tokoh Syahdu dengan Ifand yang menjadikan interaksi diantara mereka berujung pada berlabuhnya hati Ifand kepada Syahdu, serta interaksi Syhadu dengan Ratih yang menggambarkan interaksi kakak dengan adik walaupun sedikit banyak menuai konflik diantaranya. begitu juga dengan tokoh Syahdu dengan Sofy yang interaksi bisa dikatakan harmonis sekalipun diantara mereka ada perasaan iri. Pada Konflik sosial digambarkan dalam novel konflik antar tokoh yang dibumbui beberapa konflik yang cenderung berbuah kekerasan fisik. Bahkan tidak sedikit dari konflik yang terjadi menekan batin beberapa tokoh atas masalah yang dialami.
adapun pada aspek psikologi tokoh ditemukan pada struktur kepribadian tokoh menurut Sigmund Freud dimana dalam struktur kepribadian tokoh meliputi Das Es/Biologi, Das Es/ego, dan Das Uber Ich/Superego.
Selayaknya pepatah yang mengatakan tak ada yang sempurna, kekurangan dan kelebihan hadir satu paket untuk melengkapi yang menjadikan penulis sadar bahwa dalam skripsi ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Kekurangan tersebut tentunya dapat dijadikan peluang untuk peningkatan penelitian selanjutnya.
Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.
No other version available