Skripsi Ilmu Perikanan
SASTRA SULUK SUNAN BONANG: INVENTARISASI DAN ANALISIS ISI KARYA SUNAN BONANG
ABSTRAKSI
Ahmad Muchdor, 2013 : Sastra Suluk Sunan Bonang:
Inventarisasi dan Analisis Isi Karya Sunan Bonang
Pembimbing : Drs. Suhariyadi, M.Pd
Kata Kunci : Sastra Suluk, Wali Sanga dan Sunan Bonang
Berbicara tentang Sunan Bonang, lebih-lebih menyinggung karya-karyanya, kita tidak bisa melepaskan diri dari buku hasil penelitian serupa yang dilakukan ilmuan Belanda. Buku yang sangat monumental ini sering dijadikan rujukan utama dalam penelitian yang sama. Bahkan Prof. Hasanu Simon (2001) mengatakan, jika tidak ada buku tersebut kita tidak akan mempunyai data obyektif tentang Sunan Bonang. Buku tersebut adalah Het Boek van Bonang, Disertasi yang ditulis oleh Doktor Bertram Johannes Otto Schrieke pada tanggal 23 Oktober 1916, masih tersimpan di Museum Leiden.
Setelah muncul Het Boek van Bonang, berbondong-bondonglah beberapa ilmuan dari Indonesia untuk melakukan penelitian terhadap Sunan Bonang. Akan tetapi, penelitian yang dilaksanakannya lebih cenderung pada kewalian Sunan Bonang dan belum banyak yang membahas karya-karya serta pemikirannya di bidang keruhanian, kebudayaan dan agama. Mungkin, karena minimnya pembahasan terhadap karya-karya Sunan Bonang ini menyebabkan masyarakat kita lebih mengenal Sunan Bonang sebagai wali, tidak lebih dari itu. Padahal, Sunan Bonang bukan saja sebagai penyebar Islam yang gigih dan produktif, melainkan juga sebagai perintis dan pelopor berbagai kegiatan kreatif seni. Banyak khazanah budaya lokal berhasil ditransformasikan menjadi ekspresi baru, melalui cara yang halus, misalnya dengan mengubah wawasan estetikanya dan memasukkan pandangan dunia serta sistem nilai yang bertentangan dengan ajaran Islam menjadi islami. Hasilnya dapat kita lihat dalam seni musik, perwayangan, sastra, dan seni rupa yang sampai saat ini masih bisa kita jumpai. Sayangnya peranan menonjol Sunan Bonang dalam penulisan karya sastra sering dilupakan, khususnya dalam penulisan puisi bercorak tasawuf yang lazim disebut suluk.
Penelitian ini bertujuan untuk menggali peninggalan Sunan Bonang berupa karya sastra yang sering disebut dengan istilah suluk. Suluk adalah karangan-karangan bercorak tasawuf dan lazim ditulis dalam bentuk puisi atau tembang, seperti Suluk Wujil, Suluk Khalifah, Suluk Kaderesan, Suluk Regol, Suluk Bentur, Suluk Wasiat, Suluk Pipiringan, Gita Suluk Latri, Gita Suluk Linglung, Gita Suluk ing Aewuh, Gita Suluk Jebang, dan Suluk Wregol. Nantinya hasil penelitian akan diinventariskan dan dianalisis isinya. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dari hasil deskripsi itulah diharapakan akan memberikan jembatan pada pembaca untuk memahami isi karya-karya Sunan Bonang. Akhirnya hasil penelitian ini akan menjadi rujukan utama untuk mengetahui peninggalan karya-karya sastra Sunan Bonang disamping karya-karya tokoh yang sudah pernah menelitinya. Sekiranya hasil penelitian ini mampu memberikan sedikit kelengkapan data untuk membicarakan Sunan Bonang.
No copy data
No other version available