Skripsi Ilmu Perikanan
KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DAN NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM NOVEL ?TUHAN, IZINKAN AKU MENJADI PELACUR!? KARYA MUHIDIN M. DAHLAN
ABSTRAKSI
Kurniawati Yeni, 2014 : Kepribadian Tokoh Utama dan Nilai-nilai Religius dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan.
Pembimbing : Drs. H. Moh. Mu?minin, M.Pd.
Kata Kunci : Unsur intrinsik, Kepribadian Tokoh Utama dan
Nilai-nilai Religius.
Karya sastra bersumber dari kenyataan-kenyataan hidup dalam masyarakat yang memiliki nila-nilai yang lebih tinggi dan lebih mulia dari sekedar objektifitas kehidupan saja. Karya sastra bukan semata tiruan dari alam atau tiruan kehidupan itu sendiri. Disinilah bentuk kreatif imajinatif yang dibutuhkan seorang pengarang. Karya sastra merupakan salah satu jenis hasil budidaya yang dinyatakan dengan bahasa, baik lisan maupun tulisan yang mengandung dan menimbulkan keindahan. Sastra adalah gambaran kenyataan dari suatu peristiwa, nilai-nilai, dan norma-norma yang disepakati masyarakat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: (1) Mengungkapkan tokoh-tokoh yang terdapat dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan, (2) Kepribadian tokoh utama dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan, dan (3) Mendeskripsikan nilai-nilai religius dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan.
Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan psikologi dan pendekatan struktural. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Sumber data adalah novel Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur! karya Muhidin M. Dahlan, buku Psikologi Sastra oleh Dr. Albertine Minderop, MA, Teori Kepribadian Theories of Personality oleh Jess Feist and Gregory J. Feist, Pengantar Study Islam oleh Tim Penyusun: Study Islam IAIN Ampel Surabaya, Masyarakat Religius oleh Nurcholis Majid dan artikel-artikel dari internet.
Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca, mencatat hasil analisis dokumen dan pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis. Data yang kemudian di spesifikasikan lagi agar lebih memudahkan peneliti dalam menganalisis data.
Berdasarkan hasil penelitian ini dipaparkan dalam bentuk tulisan dan dapat disimpulkan: bahwa penelitian yang dilakukan pada novel dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan menghasilkan bahwa dalam segala aktivitas kehidupan psikis tokoh selalu didasari pada ketiga prinsip yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, yaitu prinsi konstansi, prinsip kesenangan dan prinsip realitas. Ketiga prinsip itu terjadi dari tiga instansi dalam hidup psikis manusia yaitu Id, Ego dan Superego. Selain itu, secara keseluruhan dari prinsip psiko-analisa Sigmund Freud dialami oleh tokoh utama, dan hanya satu dari enam prinsip yang tidak terdapat dalam cerita novel tersebut, yaitu prinsip yang menyatakan bahwa pengalaman sewaktu bayi dan sewaktu anak-anak banyak mempengaruhi sikap hidup di masa dewasa.
Sedangkan nilai-nilai religius yang terdapat dalam novel ?Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur!? karya Muhidin M. Dahlan sangat kompleks. Nilai-nilai relgius yang terkandung antara lain: akidah merupakan landasan atau akar dalam beragama. Ketauhidan yaitu kepercayaan atau keimanan meliputi iman kepada Allah Yang Maha Esa dan iman kepada takdir. Syariah ialah tata cara tentang perilaku manusia mencapai keridhoan Allah SWT yang mencakup ibadah, muamalah, munakahat dan siyasah. Dan yang terakhir Akhlak adalah suatu perangai, adat, tabiat dan perilaku yang baik (moral).
Sebuah karya sastra tidak akan pernah terlepas dari psikologi. Mempelajari psikologi sastra sama halnya dengan mempelajari manusia dari sisi dalam. Sesungguhnya mempelajari manusia dari sisi dalam. Sesungguhnya belajar psokologi sastra amat indah, karena kita dapat memahami sisi kedalaman manusia. Daya tarik psokologi sastra ialah pada msalah manusia yang melukiskan potret jiwa. Tidak hanya jiwa sendiri yang muncul dalam sastra, tetapi juga bisa mewakili jiwa orang lain. Setiap pengarang kerap kali menambahkan pengalamannya sendiri dalam karyanya dan pengalaman pengarang itu sering pula dialami oleh pembaca.
No other version available