Skripsi Ilmu Perikanan
KANALISIS PERILAKU FANATISME BERAGAMA DALAM NOVEL ?NEGERI 5 MENARA? KARYA A. FUADI SEBAGAI MATERI PEMBELAJARAN SASTRA DI SMA
ABSTRAKSI
Novita Dewi Purwasih : Analisis Perilaku Fanatisme Beragama Dalam Novel Negeri 5 Menara Karya A. Fuadi Sebagai Materi Pembelajaran Sastra Di SMA
Pembimbing : Drs. I Wayan Letreng, M.P.d
Kata Kunci : Perilaku, fanatisme beragama, novel Negeri 5 Menara, A. Fuadi, materi pembelajaran sastra di SMA
Dalam analisis kali ini peneliti menghubungkan perilaku fanatisme beragama dengan karya sastra sehingga bisa di aplikasikan sebagai materi pembelajaran sastra di SMA , Abrams dalam Burhan Nurgiyantoro (2010:2). Pendapat tersebut mengandung implikasi bahwa karya sastra (terutama cerpen,novel dan drama) dapat menjadi potret kehidupan melalui perilaku-perilaku tokoh ceritanya sehingga, bisa di aplikasikan sebagai bahan materi pembelajaran sastra di SMA. Jika kita ingin menghubungkan materi pembelajaran sastra di SMA dengan fiksi, perlu di perhatikan kurikulum yang berlaku di sekolah tersebut apakah sesuai dengan metode structural dan kajian teoritis karya sastra dalam novel yang akan dianalisis. Upaya mencari hubungan harus di lihat dari hubungan keseluruhan dunia fiksi dengan dunia yang di alami oleh manusia, bukan bagian demi bagian. Dunia manusia biasanya tidak sepadu dengan dunia fiksi karena,penghargaan dari dunia fiksi itu di berikan karena kepaduan itu sendiri. Menurut Altenberd dan Lewis dalam Nurgiyantoro (2010: 2-3) fiksi dapat di artikan sebagai prosa naratif yang imajinatif, namun biasanya masuk akal dan mengandung kebenaran yang mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.Perilaku-perilaku dalam sebuah fiksi harusnya sangat nampak sehingga, memudahkan pembaca untuk menerka-nerka perilaku sebenarnya dari tokoh cerita.Peristiwa-peristiwa, kronologis, hubungan sebab-akibat, perjalanan tokoh-tokoh, dan hubungan tokoh-tokoh mewujudkan jalannya cerita.Pengaruh-pengaruh sifat tokoh yang satu pasti di pengaruhi oleh perilaku-perilaku tokoh yang lainnya juga.
Mengacu padapembahasan masalah, dapat dirumuskan masalah, antara lain:
1. Bagaimanakah perilaku fanatisme beragama dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi?
1) Apa sajakah perilaku fanatisme beragama yang diperbolehkan dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi?
2) Apa sajakah perilaku fanatisme beragama yang tidak diperbolehkan dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi?
2. Bagaimanakah perilaku fanatisme beragama dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi kaitannya sebagai materi pembelajaran sastra di SMA?
Asumsi merupakan perihal yang di terima sebagai dasar, merupakan landasan berfikir dan anggapan pikiran. Melihat dari penjelasan tersebut maka penelitian ini berdasarkan anggapan dasar sebagai berikut :
1. Sastra merupakan hasil karya seseorang yang berwujud seni kreatif, yang tercipta dari hasil kreatif pemikiran manusia, yang objekya adalah manusia dan kehidupannya, yang ditulis melalui bahasa yang indah sebagai mediumnya.
2. Dalam novel ?Negeri 5 Menara karya A. Fuadi? ceritanya bernafaskan islam , yang menngambarkan perjuangan seorang pemuda dan teman-temannya menempuh pendidikan disebuah pondok pesantren sehingga, terdapat nilai-nilai religi yang terkandung didalamnya.
Pendekatan yang peneliti pilih dalam analisis kali ini adalah pendekatan psikologi sastra. Dalam pandangan Wolff (Faruk, 1994:3) Sosiologi sastra merupakan disiplin yang tanpa bentuk, tidak terdefinisikan dengan baik, terdiri dari sejumlah studi-studi empiris dan berbagai percobaan pada teori yang agak general, yang masing-masingnya mempunyai kesamaan dalam hal bahwa semuanya berurusan dengan hubungan sastra dengan masyarakat. Dalam penelitian kali ini penulis memilih kajian teoritis. Kajian Teoritis merupakan gambaran tentang konsep, kriteria,batasan,atau aturan-aturan berbagai bidang kesusastraan seperti aliran,genre,bentuk,teori pendekatan,kritik sastra dan lain sebagainya
Sesuai dengan rumusan masalah, maka peneliti akan menjabarkan perilaku dari masing-masing tokoh, adalah sebagai berikut: 1) Perilaku fanatisme beragama yang diperbolehkan dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, seperti tokoh Alif Fikri yang senantiasa bersabar dan berjuang untuk melanjutkan pendidikan di Pondok Madani,tokoh Dulmajid, Baso, Atang, Said (sahabat Alif Fikri) mereka senantiasa belajar tekun dan mentaati semua peraturan di Pondok Madani, tokoh Ustad Salman dan ustad-ustad lain di PM, mereka mengajarkan tentang keimanan yang kuat dan tidak boleh takut kepada apapun juga kecuali takut kepada Allah, tokoh Amak dan Ayah yang berjiwa keras, untuk menyuruh Alif Fikri melanjutkan pendidikan di Pondok Madani, padahal itu tidak sesuai dengan keinginan hati Alif. 2) Perilaku fanatisme beragama yang tidak diperbolehkan dalam novel Negeri 5 Menara karya A. Fuadi, untuk permasalahan kali ini peneliti tidak dapat menemukan perilaku fanatisme beragama yang tidak diperbolehkan. 3) Perilaku fanatisme beragama kaitannya sebagai materi pembelajaran sastra di SMA, seperti tokoh Alif Fikri yang mengajarkan kita tentang kerja keras dan perilaku ikhlas, tokoh Dulmajid, Baso, Atang, Said (sahabat Alif Fikri) yang berperilaku solid dan menjunjung tinggi nilai-nilai persahabatan, tokoh Ustad Salman dan ustad-ustad lain di PM yang selalu giat dan tekun mengajarkan ilmu kebaikan kepada para murid-muridnya, tokoh Ayah dan Amak yang memberi kasih sayang kepada anaknya dengan penuh keikhlasan dan tanpa rasa pamrih.
No other version available