Text
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GI (GROUP INVESTIGATION) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN AKTIVITAS SISWA KELAS VIII E PADA MATERI BAHAN KIMIA RUMAH TANGGA DI MTS AL FALAH BANGILAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ABSTRAKSI
M. Luthfi, 2014 : ?Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Gi (Group Investigation) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Dan Aktivitas Siswa Kelas Viii E Pada Materi Bahan Kimia Rumah Tangga Di Mts Al Falah Bangilan Tahun Pelajaran 2013/2014 ?
Pembimbing : Drs. M. Fathul Hidayat, M.kes.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Aktivitas Guru, Aktivitas Siswa dalam Pembelajaran, Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI (Group Investigation)
Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan aktifitas guru dan siswa saat kegiatan pembelajaran dengan metode Group Investigation (2) Mendeskripsikan respon siswa terhadap penerapan metode Group Investigation (3) Mendeskripsikan hasil belajar siswa dalam menguasai materi pelajaran biologi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tindakan dalam penelitian ini menggunakan metode pembelajaran Group Investigation. Subyek penelitian adalah siswa kelas VIII E MTs AL FALAH BANGILAN sebanyak 38 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Observasi, Tes dan angket respon siswa. Teknik analisis data yang dilakukan adalah untuk mengetahui hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan guru saat proses pembelajaran berlangsung serta respon siswa dalam pembelajaran menggunakan metode Group Investigation berlangsung.
Hasil dari pembelajaran yang dilakukan sebanyak 2 siklus pada mata pelajaran biologi memperoleh hasil sebagai berikut: 1) hasil pengamatan terhadap aktivitas Siswa selama pembelajaran pada siklus I mendapatkan prosentase dari pengamat sebesar 51,11 % atau dikatagorikan belum terpenuhi, sedangkan pada siklus II setelah diadakan perbaikan mendapatkan prosentase dari pengamat sebesar 79,14 % atau kategori terpenuhi atau mengalami peningkatan. 2) hasil pengamatan terhadap aktivitas guru selama pembelajaran pada siklus I mendapatkan mendapatkan prosentase 63,63 % dari pengamat atau kategori cukup aktif sedangkan pada siklus II mendapat prosentase 77,27 % dari pengamat atau masuk kedalam kategori efektif yang artinya mengalami peningkatan. 3) hasil belajar siswa berdasarkan lembar penilaian pada siklus I (63,15%) dan siklus II (86,84%) mengalami peningkatan sebanyak 23,69%.4). Berdasarkan hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran dapat dilihat bahwa 86,84% siswa lebih mudah untuk memahami pembelajaran dengan metode group investigation, 84,21% siswa menyatakan lebih aktif dalam pembelajaran. 94,73% menyatakan lebih mudah untuk melatih dalam bekerja sama. 86,84 siswa setuju bila pokok bahasan selanjutnya menggunakan metode Group Investigation.
Kesimpulan dalam penelitian ini secara keseluruhan, maka dapat di katakan bahwa metode pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa sebesar 23,69%, dan respon siswa terhadap metode group investigation dalam pembelajaran menjadi lebih tertarik karena adanya variasi-variasi yang yang dilakukan guru dalam proses pembelajaran sehingga siswa siswa tidak lagi merasa bosan. Selain itu, dalam proses pembelajaran siswa lebih berani bertanya atau aktif dalam pembelajaran dan tanggap dalam menanggapi permasalahan-permasalahan yang diberikan guru.
No copy data
No other version available