Text
PENGGUNAAN SPESIMEN HERBARIUM SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA POKOK BAHASAN KLASIFIKASI TUMBUHAN KELAS X SMK KESEHATAN NURUL UMMAH BABAT LAMONGAN TAHUN PELAJARAN 2013/2014
ABSTRAKSI
Putut Sasongko, 2014 : Penggunaan Spesimen Herbarium Sebagai Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi Siswa Pada Pokok Bahasan Klasifikasi Tumbuhan Kelas X SMK Kesehatan Nurul Ummah Babat Lamongan
Pembimbing : Dr. Supiana Dian N., M. Kes.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Media Herbarium
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas belajar siswa dimana hanya mendengarkan penjelasan guru akibatnya tidak bisa memahami materi dengan baik, sehingga tujuan penelitian adalah untuk mengetahui (1) Aktivitas siswa; (2) Aktivitas guru; (3) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran; (4) Peningkatan hasil belajar siswa; dan (5) Respon siswa terhadap penerapan pembelajaran dengan menggunakan spesimen Herbarium sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada pokok bahasan klasifikasi tumbuhan kelas X SMK Kesehatan Nurul Ummah Babat Lamongan.
Jenis penelitian yang diterapkan adalah penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas X sebanyak 33 siswa, dengan seluruh siswa perempuan. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, angket dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 60,32% meningkat pada siklus II menjadi 94,9%.(2) Aktivitas guru pada siklus I adalah 79,16% meningkat pada siklus II menjadi 93,75% dengan kriteria sangat baik. (3) Nilai rata-rata kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I adalah 3 meningkat pada siklus II menjadi 3,91dengan kriteria baik. (4) Ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 63,63% dengan rata-rata 69,84 meningkat pada siklus II menjadi 90,90% dengan rata-rata 83,33. (5) Respon siswa positif dengan nilai rata-rata sebesar 81%.
Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa (1) Aktivitas siswa pada setiap siklusnya berada pada kategori baik. (2) Aktivitas guru pada setiap siklus berada pada kategori baik. (3) Kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran di setiap siklusnya selalu meningkat dan berada pada kategori baik. (4) Ketuntasan hasil belajar kelas mengalami peningkatan di setiap siklusnya. (5) Respon siswa positif.
No copy data
No other version available