Skripsi Ilmu Perikanan
Peningkatan Kemampuan Menulis Isi Pokok Pembicaraan Dalam Wawancara Dengan Strategi Mastery Learning Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas Vii Mts. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2013 / 2014
ABSTRAKSI
Agus Ismail, Sali, 2014 : Peningkatan Kemampuan Menulis Isi Pokok Pembicaraan Dalam Wawancara Dengan Strategi Mastery Learning Melalui Media Audio Visual Pada Siswa Kelas VII MTs. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2013 / 2014
Pembimbing : Dra. Wahyu Mulyani, M.Si
Kata Kunci : Menulis Isi Pokok Pembicaraan dalam Wawancara, Strategi Mastery Learning, Media Audio Visual
Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menekankan pada pemerolehan empat keterampilan berbahasa. Keempat keterampilan tersebut adalah keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis.. Dalam aktivitas wawancara, diharapkan memiliki kemampuan dalam menulis isi pokok dalam wawancara. Dalam hal ini diharapkan memiliki kemampuan dalam menulis, sehingga dalam memperoleh informasi serta penyampaian data lebih akurat, cepat dan efektif. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh gambaran mengenai (1) kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara, (2) kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara dengan menggunakan Strategi Mastery Learning melalui media audio visual, dan (3) peningkatan kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara dengan strategi Mastery Learning melalui media audio visual pada siswa kelas VII MTs. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2013 / 2014
Menulis ialah menurunkan atau melukiskan lambang-lambang grafik yang menggambarkan suatu bahasa yang dipahami oleh seseorang, sehingga orang-orang lain dapat membaca lambang-lambang grafik tersebut kalau mereka memahami bahasa dan gambaran grafik itu. Wawancara adalah tanya jawab untuk memperoleh informasi atau keterangan akan suatu hal. Menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara adalah menulis isi pokok atau biasa disebut dengan rangkuman dalam penyajian singkat dari suatu pembicaraan atau tulisan dalam wawancara. Mastery learning atau biasa disebut dengan Belajar tuntas adalah proses belajar mengajar yang bertujuan agar bahan ajaran dikuasai secara tuntas dengan waktu yang lebih singkat. Penerapan Strategi mastery learning melalui media audio visual untuk meningkatkan kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara yaitu menerapkan langkah-langkah dalam strategi mastery learning dengan menggunakan media audiovisual dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskripsi adalah suatu metode dalam penelitian status kelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Jenis data penelitian yaitu (1) jenis penelitian kuantitatif dan (2) jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas meliputi dua siklus. Tiap siklus terdiri dari: perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di MTs. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong. Subyek penelitiannya adalah Siswa Kelas VII MTs. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong Lamongan Tahun Pelajaran 2013/2014. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik non tes (angket, observasi, dan dokumentasi) dan teknik tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif untuk mendeskripsikan permasalahan dan proses pembelajaran menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara. Teknik analisis data kuantitatif untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara setelah diberikan tes dalam bentuk persentase.
Hasil penelitian membuktikan bahwa kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara pada Siswa Kelas VII MTs. Ma?arif 24 Darul Ulum Brondong mengalami peningkatan. Kemampuan menulis isi pokok pembicaraan dalam wawancara prasiklus sebesar 51,42 % atau masuk kategori kurang, pada siklus I sebesar 63,57 % atau masuk kategori cukup, siklus II sebesar 86,42 % atau masuk kategori sangat baik.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi guru dalam melaksanakan proses pembelajaran, khususnya bagi guru bahasa Indonesia dan bagi guru mata pelajaran yang lain pada umumnya.
No other version available