Skripsi Ilmu Perikanan
Representasi Feminisme Tokoh Nyai Ontosoroh Dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer ( Studi Analisis Wacana)
ABSTRAKSI
Nur Faizin, 2014 : Representasi Feminisme Tokoh Nyai Ontosoroh Dalam Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer
Pembimbing : Drs . Suhariyadi, Mpd.
Kata kunci : Representsi, Feminisme, Nyai Ontosoroh, Bumi Manusia.
Tujuan penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui isi pesan yang ingin di sampaikan Pramoedya Ananta Toer dalam Novel Bumi Manusia, (2). Untuk mengetahui representasi feminisme tokoh Nyai Ontosoroh dalam novel Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer.
Penelitian ini dilaksanakan selama kurang lebih enam bulan, yaitu sejak bulan Maret 2014 hingga Juli 2014. Tipe penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara penulisan deskriptif.
Pengumpulan data berupa buku Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer serta sejumlah data yang terkait dengan objek penelitian yang dikaji seperti seperti berita-berita terkait, biografi penulis/penerjemah dan dokumen-dokumen lainnya. Penelitian pustaka dengan mengkaji dan mempelajari berbagai literatur yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti untuk mendukung asumsi sebagai landasan teori permasalahan yang dibahas. Penelusuran data online, yaitu menelusuri data dari media online seperti internet sehingga peneliti dapat memanfaatkan data informasi online secepat dan semudah mungkin serta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis. Peneliti memilih sumber-sumber data online yang kredibel dan dikenal banyak kalangan. Analisis data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah analisis wacana yang dikembangkan oleh Sara Mills.
Hasil penelitian, pada dasarnya, Pram mengangkat ketidakadilan yang dialami oleh orang-orang tertentu dalam novel ini. Salah satu caranya adalah dengan menggambarkan pelanggaran hak-hak maupun pendiskreditan keberadaan mereka. Melalui Bumi Manusia, Pram ingin mengingatkan kita bahwa semua orang mempunyai hak yang sama dan orang lain harus menghormati hak-hak tersebut tanpa melihat status, jabatan, suku, bangsa, maupun jenis kelaminnya. Pramoedya mencoba mengungkapkan ketidaksetujuan/penentangannya terhadap segala bentuk tindakan diskriminasi. Pramoedya yang menentang diskrimkriminasi termasuk juga diskriminasi terhadap perempuan dipengaruhi oleh orang-orang yang berada di lingkungannya, terutama sang Ibu yang mempengaruhi penggambaran tokoh Nyai Ontosoroh. Melalui tokoh Nyai Ontosoroh Pramoedya memrepresentasikan nilai feminisme liberal dalam karyanya.
No other version available