Buku PGSD
Hubungan Antara Kemampuan Menceritakan Peristiwa Secara Lisan Dengan Kemampuan Menulis Wacana Narasi Siswa Kelas Viii Smp Negeri 2 Paciran Tahun Pelajaran 2013/2014
ABSTRAKSI
Imam Wahyudin, 2014 : Hubungan Antara Kemampuan Menceritakan Peristiwa Secara Lisan Dengan Kemampuan Menulis Wacana Narasi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Paciran Tahun Pelajaran 2013/2014
Pembimbing : Dr. H. Moh. Mu?minin, M.Pd
Kata Kunci : Korelasi, Kemampuan, Bercerita, Narasi
Proses komunikasi dalam pendidikan adalah bentuk komunikasi kelompok secara langsung dimana seorang komunikan yakni guru yang berada diruang kelas, bertatap muka dan menyampaikan informasi berupa meteri pelajaran kepada beberapa orang siswa. Pada dasarnya dalam mempelajari ilmu bahasa ketrampilan yang harus dikuasai tidak hanya ketrampilan berbicara atau bercerita, tetapi ada beberapa ketrampilan lain yang harus dimiliki salah satunya adalah keterampilan menulis wacana narasi.Namun, tidak semua siswa mau dan mampu untuk maju ke depan kelas dan menceritakan kembali cerita yang telah disampaikan oleh guru, setidaknya permasalahan itulah yang terjadi pada siswa SMPN 2 Paciran metode cerita. Pemahamanterhadapcerita yang disampaikanterlihatsangatkurang, haliniterlihatdaribeberapapertanyaan yang cobadisampaikanoleh guru pengajarketikaselesaimenyampaikancerita.Begitu pula denganmaterimenulisnarasi, tidaksemuasiswadapatmenulisdanmemahamiapaisi yang terdapatdalamsebuahwacananarasi.
Kemampuan siswa dalam menceritakan sebuah peristiwa dan menulis narasi siswa siswa SMPN 2 Paciran kelas VIII yang berbeda melatar belakangi peneliti untuk mengetahui ada tidaknya hubungan kemampuan bercerita peristiwa secara lisan dengan kemampuan menulis wacana narasi siswa.
Penelitianinitermasukjenispenelitiankorelasi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII A SMP N 2 Paciran dengan sampel sebanyak 30 siswa. Metodepengumpulan data adalahtes dan dokumentasi.Untukanalisis data menggunakankorelasi pearsondengansignifikansi 5% (p
No other version available