Skripsi Ilmu Perikanan
Narasi, Makna Simbol dan Nilai budaya dalam Folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
ABSTRAKSI
Baini Muhammad, Guru. 2014 : Narasi, Makna Simbol dan Nilai budaya dalam Folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat Desa Drajat Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
Pembimbing : Dra. Wahyu Mulyani, M.Si.
Kata Kunci : Narasi, Makna Simbol dan Nilai Budaya, Cerita Rakyat Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat
Ada sebuah paaradigma yang dalam tradisi lisan bahwa semua karya sastra menjadi objek kajian yang tidak perlu dipilahkan, bernilai estetik (keindahan) tinggi atau tidak. Berdasarkan paradigm di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti sastra lisan yang ada di kabupaten Lamongan. Akhirnya penulis mengambil sastra lisan Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat. Cerita tersebut penulis kaji dari segi narasi, makna simbol dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cerita dalam bentuk struktur naratif, makna simbol dan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Yang menjadi data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan cerita yang berkaitan dengan struktur cerita, makna simbol dan nilai budaya. Teknik pengumpulan data sastra lisan ini menggunakan teknik observasi, teknik pencatatan dan teknik wawancara.
Dari hasil analisis yang penulis lakukan dalam meneliti struktur naratif, makna simbol, dan nilai budaya sastra lisan Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat, penulis dalam hal ini mengumpulkan tiga hal penting yang menjadi pokok kajian dalam penelitian ini, yaitu pertama, struktur naratif sastra lisan Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat dalam penelitian ini tergambarkan melalui terem. Terem dalam hal ini adalah kehebatan gamelan singo mengkok yang menjadi senjata utama sunan drajat atau Raden Syarifuddin atau Sunan Drajat dalam menyebarkan agama islam di daerah utara kabupaten lamongan (sekarang desa drajat kecamatan paciran kabupaten lamongan).
Kedua, makna dari simbol yang ada dalam folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat ini ada dua, yakni sentono ndalem nduwur dan patung singo mengkok. Makna sentono ndalem nduwur yang berarti pengayoman masyarakat sekitar dan sumber mata pencaharian bagi masyarakat sekitar. Sedangkan patung singo mengkok mempunyai makna untuk sebagai pengingat bagi manusia bahwa sekaya atau sehebat apapun mereka, di mata tuhan hanyalah makhluk yang lemah. Ketiga, bahwa dalam folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat menggandung nilai-nilai budaya yaitu nilai material, nilai vital dan nilai kerohanian.
Nilai material, dengan adanya folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat maka komplek pemakaman Kanjeng Sunan Drajat yang dulunya disebut sentono ndalem nduwur sekarang ramai dikunjungi peziarah. Oleh karena itumasyarakat drajat banyak yang menggantungkan hidupnya dengan berjualan dikawasan tersebut. Nilai vital, Dengan adanya folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat, masyarakat drajat dan sekitarnya bisa mengembangkan tradisinya dengan melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan unsur gamelan, contohnya terbangan, yakni melakukan kegiatan sholawatan dengan diiringi musik gamelan. Nilai kerohanian yang terbagi menjadi empat, yakni nilai kebenaran, nilai kebaikan, nilai keindahan dan nilai religius.
Nilai kebenaran, bahwa keaslian folklor gamelan singo mengkok ini memang adanya karena dapat dibuktikan dengan adanya barang peninggalan Sunan Drajat, yakni seperangkat alat musik gamelan beserta patung singo mengkok yang menjadi icon-nya. Nilai kebaikan, cerita lisan gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat mengkisahkan senjata utama Kanjeng Sunan Drajat dalam menyebarkan agama islam. Sebagai pemeluk agama islam tentu ini merupakan sebuah cerita yang memilki nilai kebaikan yang sangat tinggi. Nilai keindahan, Gamelan singo mengkok ini selain sebagai saran dakwah kanjeng sunan drajat juga merupakan kesenian asli jawa yang sangat terkenal. Sampai sekarang banyak yang menyukai alunan musik dari gamelan karena suaranya yang halus dan menyejukkan hati para pendengarnya. Berkat keindahannya banyak warga negara asing yang datang ke Indonesia hanya untuk mempelajari cara bermain gamelan. Nilai religius, Sudah kita ketahui bahwa agama islam adalah salah satu agama yang diakui di Negara kita ini. Folklor Gamelan Singo Mengkok Sunan Drajat merupakan sastra lisan yang menceritakan senjata Kanjeng Sunan Drajat dalam meyebarkan agama islam di tanah jawa ini.
No other version available