Skripsi Ilmu Perikanan
PotretPerempuan Bali Dalam Novel ?Kenanga? Karya Oka Rusmini Kajian Feminisme
ABSTRAK
As?ad, 2014. : PotretPerempuan Bali Dalam Novel ?Kenanga? Karya Oka RusminiKajianFeminisme.
Pembimbing : Drs. Sarujin, M.Si.
Kata Kunci : PotretPerempuan Bali dalamKajianFeminisme
Penelitian ini bertujuan: (1) mendeskripsikan tokoh utama dalam novel kenanga Karya Oka Rusmini. (2) Mendeskripsikan betuk feminisme yang tejadi dalam novel ?Kenanga?karya Oka Rusmini.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode srukturalisme, objek penelitian adalah potret perempuan bali dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini, sumber data yang dipakai adalah sumber data primer, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kepustakaan, dan teknik analisis yang digunakan adalah teknik membaca heuristic dan hermeneustik.
Secara struktural dapat disimpulkan bahwa tema dalam novel Kenanga karya Oka Rusmini adalah? Perempuan Brahmana dan Kepribadiannya? alur yang digunakan dalam novel Kenanga adalah alur maju mundur, tokoh dalam novel Kenanga yaitu terdiri dari tookh utama (?Aku?, Intan, Bhuana, Kencana, Prof. Rahyuda, Manhendra dan Ibu) dan tokoh tambahan (Aji/bapak, Tuniang Meme, Galuh, Jero Kemuning, Meme Made, dan Doglar), latar dalam novel Kenanga menggunakan kota di daerah (pulau Bali dan daerah istimewa Yogyakarta), dan latar waktu kurang lebih empat belas tahun dihitung dari tokoh Intan berusia empat tahun sampai beranjak dewasa, dan latar sosial (kebudayaan Bali lebih pasnya di dalam griya kaum Brahmana).
Dari analisis kajian Feminisme yang berkaitan dengan Potret Perempuan Bali dalam novel Kenanga Karya Oka Rusmini, yaitu; (1) Feminisme Liberal, dalam hal ini bentuk ketidak adilan seorang Ibu terhadap anaknya sendiri yang memilah-milah perhatian kasih sayang terhadap para anak-anaknya. Kenanga yang merasa tak pernah diberikasih sayang oleh Ibunya, kasih sayang Ibunya hanya tertuju pada Kencana adik kandung Kenanga.(2) Feminisme Marxis dan Sosialis, dalam hal ini bentuk kebudayaan merupakan hal yang paling utama merendahkan orang yang berada dibawahnya. seperti halnya Intan yang selalu dianggap perempuan miskin, kampungan yang lahir dari kasta Sudra yang di pandang sebelah mata oleh kaum Brahmana.
No copy data
No other version available