Realia
penggunaan media timbangan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung bilangan di taman kanak-kanak PGRI Prunggahan Kulon Kelompok B ? 1 semster 1 tahun ajaran 2011/2012
ABSTRAKSI
Ana Novilla, 2012 : penggunaan media timbangan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung bilangan di taman kanak-kanak PGRI Prunggahan Kulon Kelompok B ? 1 semster 1 tahun ajaran 2011/2012
Pembimbing : Dr. Mustaji, M.Pd
Kata kunci : media timbangan, menghitung bilangan
Orientasi dan visi pendidikan di Indonesia di antaranya adalah mencerdaskan kehidupan bangsa yang sesuai dengan amanat UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional agar Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.
Sebagai perwujudan dari peningkatan kualitas pembelajaran di butuhkan kreatifitas, baik dalam hal penyelenggaraan pendidikan ataupun pengembangannya. Pendidikan di Indonesia penyelenggaraannya dimulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD). Menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 28 menyatakan bahwa ?pendidikan anak usia dini (PAUD) dapat diselenggarakan melalui jalur formal, non formal dan informal. Taman kanak-kanak adalah pendidikan anak usia dini pada jalur formal sebelum memasuki sekolah dasar?.
Lembaga ini sangat strategis dan penting dalam penyediaan pendidikan bagi anak usia 4-6 tahun. Anak usia dini merupakan Golden Age (usia emas). Masa ini merupakan masa untuk meletakkan dasar pertama dalam mengembangkan kemampuan fisik, kognitif, bahasa, sosial, emosional, konsep diri, disiplin, kemandirian, seni, moral, dan nilai-nilai agama.
Sehubungan dengan hal di atas, siswa TK PGRI Prunggahan Kulon khususnya kelompok B-1 mempunyai tingkat ketercapaian yang masih rendah pada aspek kognitif terutama dalam masalah menghitung bilangan. Ini ditujukkan dengan hasil belajar di awal semester satu yang masih mencapai rata-rata bintang satu (*) dan dua (**). Sementara yang diharapkan adalah rata-rata bintang tiga (***). Menurut penulis, hal ini disebabkan karena siswa merasa jenuh dengan media pembelajaran yang ada.
Oleh karena itu, penulis memandang perlu untuk melakukan penelitian dengan judul ?Penggunaan Media Timbangan Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Menghitung Di Taman Kanak-Kanak Pgri Prungguhan Kulon Kelompok B-1 Semester 1 Tahun Ajaran 2011/2012?.
Penelitian ini meneliti tentang keefektifan penggunaan media timbangan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menghitung bilangan, dimana dalam pengembangan aspek kognitif ada 50 indikator. Tetapi dalam penelitian ini penulis hanya memfokuskan pada penilaian/indicator 40 yang berisi tentang membedakan berat benda dengan timbangan (buatan atau sebenarnya) dan indikator 47 tentang menyebutkan hasil penambahan dan pengurangan dengan benda sampai 10.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan deskriptif yang bersifat eksporatif, karena peneliti hanya ingin menggambarkan keadaan atau status fenomena tentang penggunaan media timbangan untuk meningkatkan kemampuan menghitung bilangan. Penelitian dilaksanakan di TK PGRI Prungguhan Kulon mulai tanggal 1 Nopember sampai 26 Nopember 2011. Subjek penelitinnya adalah siswa kelompok B-1 TK PGRI Prungguhan Kulon yang jumlah siswanya adalah 22 (dua puluh dua) dengan ketentuan siswa laki-laki sebanyak 12 anak dan siswa perempuan sebanyak 10 anak
Teknis analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah rumus sensitivitas. Dimana rumus sensivitas ini digunakan untuk mengetahui efektifitas pembelajaran dan untuk memperoleh ukuran efektivitas butir soal. Dari hasil analisis data, diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.3 menunjukkan bahwa pada pertemuan yang ke-4 tidak ada siswa yang mendapat (1) dan yang mendapat (2) sedangkan yang mendapat (3) ada 15 siswa dan yang mendapat (4) ada 7 siswa. Hal yang menunjukkan ketuntasan belajar secara individu juga mengalami peningkatan, mula-mula yang tuntas belajar cuma 3 siswa pada minggu ke 4 sudah 22 anak yang mendapat ketuntasan belajar seperti yang diharapkan penulis.
Sedangkan pada tabel 4.4 menunjukkan bahwa pada pertemuan yang ke-4 sudah tidak ada siswa yang mendapat (1) dan yang mendapat (2) ada 1 siswa, sedangkan yang mendapatkan (3) ada 14 siswa dan yang mendapatkan (4) ada 7 siswa. Hal ini menunjukkan ketuntasan belajar klasikal sebesar 95,5 % sehingga ada peningkatan ketuntasan belajar secara individu juga mengalami peningkatan, mula-mula yang tuntas belajar cuma 5 siswa, pada minggu ke 4 sudah 22 anak yang mendapat ketuntasan belajar seperti yang diharapkan penulis.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media timbangan dapat meningkatkan kemampuan menghitung bilangan khususnya pada indikator 40 dan 47. Hal ini dapat dibuktikan dari berbagai bukti dan paparan yang telah penulis paparkan di atas. Baik ditinjau dari peningkatan prestasi belajar maupun ketuntasan belajarnya baik secara klasikal maupun individual.
No copy data
No other version available