Buku PGSD
TINDAK TUTUR DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE (KaAJIAN PRAGMATIK)
Pragmatik adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari struktur bahasa
secara eksternal, yaitu berkaitan dengan bagaimana suatu bahasa itu digunakan
dalam komunikasi. Pragmatik pada dasarnya menyelidiki bagaimana makna
dibalik tuturan yang terikat pada konteks yang melingkupinya diluar bahasa,
sehingga dasar dari pemahaman terhadap pragmatik adalah hubungan antara
bahasa dengan konteks.g Pragmatik sendiri ada banyak, itulah kenapa Peneliti
hanya mengambil cabang Tindak tutur.
Telah dikemukakan oleh (Austin, 1962:108) tindak tutur berkaitan dengan
analisis ujaran, yang berkaitan dengan perilaku penutur suatu bahasa dengan
lawan bicaranya. Tindak tutur sendiri ada tiga; (1) Tindak lokusi adalah tindak
bahasa yang tidak disertai tanggung jawab bagi si penuturnya untuk melakukan
tindakan tertentu. Isi tuturannya lebih umum sifatnya jika dibandingkan dengan
jenis tindak bahasa yang lain; (2) Tindak ilokusi adalah tindak melakukan suatu
tindakan dalam mengatakan sesuatu; (3) Tindak tutur perlokusi adalah tindak tutur
yang berkenaan dengan adanya ucapan orang lain sehubungan dengan sikap dan
perilaku non linguistik dari orang lain itu
Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah; (1) Bagaimanakah
tindak Lokusi dalam novel Hujan karya Tere liye?; (2) Bagaimanakah tindak
Ilokusi dalam novel Hujan karya Tere liye?; (3) Bagaimanakah tindak Perlokusi
dalam novel Hujan karya Tere liye?
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan Pragmatik. pendekatan
Pragmatik menekankan pada situasi dan konteks di mana bahasa digunakan. Hal
ini berarti bahwa kata dan frasa yang digunakan harus sesuai dengan situasi dan
konteksnya agar dapat mencapai tujuan komunikasi yang diinginkan. Pendekatan
pragmatik juga menekankan pada aspek sosial dari komunikasi, termasuk ekspresi
nonverbal dan kode budaya yang digunakan dalam situasi tertentu.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1)terdapat tindak tutur Lokusi,
Ilokusi, dan Perlokusi dalam novel Hujan karya Tere liye, (2) Tindak tutur Lokusi
dalam novel Hujan karya Tere liye cenderung pasif dan bisa berulang kali terjadi,
sehingga diperlukan pemicu untuk bisa membuat tindak tutur berbeda dengan
tindak tutur sebelumnya, (3) terdapat sedikit variasi tindak tutur Perlokusi dalam
novel Hujan karya Tere liye, sehingga hanya terdapat dua atau tiga penutur saja.
No other version available