Buku PGSD
INTERNALISASI NILAI RELIGIUS DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SANTRI PONDOK PESANTREN MUKHTARIYYAH SYAFI?IYYAH I BEJI JENU TUBAN
ABSTRAKSI
Dwi Setyorini, 2020 : Internalisasi Nilai Religius Dalam Pembentukan Karakter Santri Pondok Pesantren Mukhtariyyah Syafi?iyyah I Beji Jenu Tuban
Pembimbing : Dr. Mardi Widodo, M.Pd
Kata Kunci : Nilai Religius dan Pembentukan Karakter
Pada era globalisasi ini, kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya semakin meningkat. Karakter religius dalam aspek keagamaan ini sangat dibutuhkan oleh para pelajar dalam menghadapi perubahan zaman dan degradasi moral seperti saat ini. Pondok pesantren sebagai salah satu bagian pendidikan nasional memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam membentuk karakter para santrinya. Permasalahan yang dibahas adalah bagaimanakah pola pembentukan karakter pada Pondok Pesantren Mukhtariyyah Syafi?iyyah, apakah nilai-nilai religius dapat membentuk karakter santri, bagaimana penerapan kegiatan kereligiusitas yang berkembang di dalam Pondok Pesantren Mukhtariyyah Syafi?iyyah I.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui pola pembentukan karakter pada Pondok Pesantren, (2) mengetahui bagaimana pengaruh nilai-nilai Religius terhadap pembentukan karakter santri, dan (3) mengetahui bagaimana penerapan kegiatan kereligiusitas yang berkembang di dalam Pondok Pesantren.
Penelitian ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Mukhtariyyah Syafi?iyyah I desa Beji kecamatan Jenu kabupaten Tuban. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode pengamatan (Observasi), metode wawancara (Interview), dan angket (kuisioner). Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pola pembentukan karakter di pondok pesantren yakni dengan menanamkan kesadaran diri bagaimana membentuk pola hubungan yang baik. Tidak hanya melalui transformasi ilmu saja melainkan dengan transformasi amal. Dengan adanya penerapan beberapa nilai karakter dan pembiasaan yang baik maka secara otomatis, para santri akan memiliki kepribadian yang baik nantinya. 2) Setiap Pondok Pesantren pasti memiliki karakter sendiri-sendiri. Begitu juga dengan pondok pesantren ini, yang menekankan terbentuknya karakter religius terhadap santri. Kegiatan kereligiusan yang menjadi kebiasaan seperti sholat berjamaah, mengaji Al-qur?an dan kitab, melaksanakan puasa sunnah di dalam pondok bisa dijadikan sebagai penunjang terbentuknya sikap dan karakter para santri. 3) Penerapan kegiatan keriligiusitasan didalam pondok ini sangat baik, karena kegiatan tersebut sudah terjadwal dan dibagi menjadi tiga, yaitu kegiatan harian, mingguan dan tahunan
Tuban, 12 Agustus 2020
Penulis
Dwi Setyorini
No other version available