TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA KELAS VIII MTS NURUL HUDA KETAMBUL
x
ANALISIS KEMAMPUAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA TIPE HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) PADA KELAS VIII MTS NURUL HUDA KETAMBUL
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menyelesaika soal bertipe higher order thinking skill (HOTS) materi Teorema Phytagoras pada kelas VIII MTs Nurul Huda Ketambul. Jenis penelitian yang digunakan penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam memecahkan masalah soal matematiaka tipe higher order thinking skill (HOTS) materi Teorema Phytagoras. Terdapat 3 soal HOTS yang diujikan dan teelah di validasi oleh 2 validator guru matematika di MTs Nurul Huda Ketambul. Sebanyak 3 siswa dipilih dalam penelitian ini, teknik penelitian didasarkan pada 1 subjek dari kelompok siswa berkemampuan tinggi, 1 subjek dari kelompok berkemampuan sedang, dan 1 subjek dari kelompok berkemampuan rendah. Subjek dikelompokan berdasarkan perolehan tes soal yang diselesaikan. Kemudian 3 siswa terpilih diwawancarai tentang kemahiran siswa dalam memecahkan masalah soal matematika tipe higher order thinking skill (HOTS) dengan menggunakan langkah polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Siswa berkemampuan tinggi pada indikator analyze (menganalisis), evaluate (mengevaluasi), dan create (menciptakan) mampu memenuhi seluruh kegiatan pemecahan masalah (2) Siswa berkemampuan sedang pada indikator analyze (menganalisis) mampu memenuhi seluruh kegiatan pemecahan masalah, pada indikator evaluate (mengevaluasi) siswa hanya mampu memenuhi separuh kegiatan pemecahan masalah yaitu dapat memahami masalah dan merancang strategi pemecahan masalah, sedangkan pada indikator create (menciptakan) siswa hanya mampu memenuhi satu kegiatan pemecahan masalah yaitu dapat memahami masalah (3) Siswa berkemampuan rendah pada indikator analyze (menganalisis) mampu memenuhi seluruh kegiatan pemecahan masalah, sedangkan pada indikator evaluate (mengevaluasi) dan create (menciptakan), siswa tidak mampu memenuhi seluruh kegiatan pemecahan masalah.
Kata Kunci: HOTS; teorema phytagoras; langkah polya; kemampuan siswa; berpikir tingkat tinggi
No other version available