Senayan

  • Home
  • Information
  • News
  • Help
  • Librarian
  • Member Area
  • Select Language :
    Arabic Bengali Brazilian Portuguese English Espanol German Indonesian Japanese Malay Persian Russian Thai Turkish Urdu

Search by :

ALL Author Subject ISBN/ISSN Advanced Search

Last search:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Bookmark Share

Skripsi Ilmu Perikanan

Diskursus Kritis Norman Fairclough dalam Pementasan Kesenian Tradisional Gemblak Bawi Kabupaten Tuban

Muhammad Yusuf, S.Pd, M.M - Personal Name;

ABSTRAK
Oktafiani, Winda Refian. 2023 : Diskursus Kritis Norman Fairclough dalam
Pementasan Kesenian Tradisional Gemblak Bawi Kabupaten Tuban
Pembimbing : Dra. Wahyu Mulyani, M.Pd.
Kata Kunci : Diskursus kritis, Norman Fairclough,
Kesenian Tradisional.
Diskursus kritis digambarkan sebagai disiplin ilmu baru yang berdampingan dengan disiplin ilmu lainnya seperti linguistik, sosiologi, antropologi, dan psikologi. Ada beberapa untaian mengenai diskursus yang dalam arti luas berhubungan erat dengan CLS (Critical Language Study) atau disebut juga dengan kajian bahasa kritis. Kritis digunakan dalam arti tersendiri yang bertujuan untuk menunjukkan hubungan antarbahasa dan kekuasaan. Kajian bahasa kritis dalam penelitian ini diangkat sebagai pendekatan teori untuk menghasilkan hubungan yang akan difokuskan pada elemen-elemen linguistiknya (Fairclough, 2015:12). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa diskursus kritis Norman Fairclough terkait nilai eksperensial, nilai rasional, dan nilai ekspresif dalam pementasan kesenian tradisional Gemblak Bawi dari Kabupaten Tuban. Landasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Norman Fairclough. Nilai eksperensial dibagi menjadi dua macam yaitu, (1) nilai eksperensial kosakata (2) nilai eksperensial gramatika. Nilai rasional terbagi menjadi dua, yaitu (1) nilai rasional kosakata, (2) nilai rasional gramatika. Nilai ekspresif dibagi menjadi dua macam, yaitu (1) nilai ekspresif kosakata, (2) nilai ekspresif gramatika. Untuk mencapai tujuan dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan pendekatan metodologis yakni pendekatan deskriptif kualitatif dan pendekatan teoretis yakni pendekatan etnolinguistik. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, teknik simak dan catat, dan dokumentasi. Selanjutnya, analisis data dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data.
Hasil dari penelitian yang menunjukkan nilai eksperensial kosakata yakni berupa kata lir kadya (seperti), wukir gunung (gunung), tari beksan (tarian), tindhak lampah (aksi), ana ing (di), ora ana siji, ora ana loro (tiada satu, tiada dua), iki ngene (begini), dan tega mentala (tega). Kosakata sinonim (persamaan kata) berupa kata cinelak dan keparek (dekat), yen ditamakna gunung, jengkur dan yen ditamakna segara asat (kalau dikenakan gunung, hancur dan kalau dikenakan laut, mengering), dipunutus dan dikengken (disuruh) kuncat saking negarane, tindar saka pagunungane (pergi dari kerajaannya, hengkang dari singgasananya). Kosakata antonim (lawan kata) berupa kata bodho (bodoh) dan pinter (pintar), serta cilik (kecil) dan gedhe (besar). Dan kosakata hiponim berupa kata walang (belalang) yang memiliki makna serangga, dan dhuwung (keris) yang memiliki makna senjata. Nilai eksperensial gramatika yang meliputi nominalisasi berupa kata putramu iku watu (anakmu itu batu). Kalimat aktif dan pasif berupa ngusir (mengusir), dan nggoleki (mencari). Serta kinapit (diapit) dan dikongkon (disuruh). Dan kalimat positif dan negatif ditandai dengan kata jebul
(ternyata) dan kata mboten (tidak).
Nilai rasional kosakata yang ditemukan meliputi ungkapan eufisme berupa kata nglangkahi bangkeku (melangkahi mayatku). Dan kosakata formalitas berupa ungkapan-ungkapan yang terjadi pada situasi formal. Sedangkan nilai rasional gramatika yang meliputi kalimat deklaratif yang berupa pernyataan-pernyataan yang menyatakan suatu informasi. Pertanyaan gramatika berupa kata tanya apa, punapa, menapa (apa) dan mbenjang punapa (kapan). Kalimat imperatif berupa kata lungguha (duduklah), minggata (pergilah), mangkata (berangkatlah), dak utus (ku perintahkan), patenana (bunuhlah).
Nilai ekspresif kosakata ditemukan berupa evaluasi negatif. Sedangkan nilai ekspresif gramatika yang meliputi modalitas kebenaran berupa kata sampun (sudah), wis (sudah), dan taksih (masih).
Studi ini menunjukkan bahwa nilai eksperensial lebih mendominansi daripada nilai rasional dan nilai ekspresif. Hal ini dikarenakan dalam pementasan kesenian tradisional Gemblak Bawi banyak ditemukan nilai eksperensial kosakata yang berupa kosakata overwording, dan hubungan makna sinonim, antonim, dan hiponim, serta nilai eksperensial gramatika berupa nominalisasi, kalimat aktif atau pasif, dan kalimat positif atau negatif sesuai dengan teori Norman Fairclough


Availability
#
My Library 00020-2023-BIN
00020-2023-BIN
Available
Detail Information
Series Title
-
Call Number
00020-2023-BIN
Publisher
Unirow Tuban : ., 2023
Collation
-
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Classification
NONE
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
-
Subject(s)
-
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility
-
Other version/related

No other version available

File Attachment
No Data
Comments

You must be logged in to post a comment

Senayan
  • Information
  • Services
  • Librarian
  • Member Area

About Us

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Search

start it by typing one or more keywords for title, author or subject

Keep SLiMS Alive Want to Contribute?

© 2026 — Senayan Developer Community

Powered by SLiMS
Select the topic you are interested in
  • Computer Science, Information & General Works
  • Philosophy & Psychology
  • Religion
  • Social Sciences
  • Language
  • Pure Science
  • Applied Sciences
  • Art & Recreation
  • Literature
  • History & Geography
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Advanced Search
Where do you want to share?