Buku PGSD
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN GULA PASIR DAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI ( Studi Kasus PT. VARIA USAHA BETON PLANT Tuban )
Firman N., Ahmad analisa pengaruh penambahan gula pasir dan fly ash terhadap kuat tekan beton dengan menggunakan metode taguchi ( Studi Kasus PT. VARIA USAHA BETON PLAN Tuban ). (Dibimbing oleh Abdul Wahid Nuruddi, ST., M.T.)
Beton merupakan hasil dari pencampuran bahan-bahan agregat halus dan kasar yaitu pasir, batu, batu pecah atau bahan semacam lainnya, dengan menambahkan semen secukupnya yang berfungsi sebagai perekat bahan susun beton, dan air sebagai bahan pembantu guna keperluan reaksi kimia selama proses pengerasan dan perawatan beton berlangsung. Kekuatan beton dipengaruhi oleh banyak hal, diantaranya oleh bahan penyusunnya, rancang campuran, pengerjaan, dan perawatan. Salah satu bahan pengikat alternatif adalah fly ash (abu terbang). Abu terbang merupakan sisa pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang memiliki sifat pozzolan dan dapat bereaksi dengan kapur pada suhu kamar dengan media air dan membentuk senyawa yang bersifat mengikat. Diperlukan bahan tambahan sebagai pemercepat (accelerator) dan pemerlambat (retarder) suatu proses pengikatan dan pengeringan beton. Bahkan additif retarder umumnya merupakan senyawa polihidroksil, dimana polihidroksil ini bisa di dapat dari varian monosakarida (bisa di dapat dari gula pasir). Penelitian mengenai fly ash dan gula pasir ,dilakukan Pada PT Varia Usaha Beton Plant karena Perusahan tersebut sudah mengunakan material fly ash dan gula pasir dalam pembuatan beton,walau pun pengunaan gula pasir hanya saat terjadi hal genting seperti kemacetan saat pengiriman. Dalam hal ini , perlu dilakukan analisa data dengan metodologi rekaya kualitas atau yang biasa disebut metode Taguchi untuk meningkatkan kualitas produk.
Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa pengaruh fly ash terhadap kuat tekan beton yang di peroleh dari persen kontribusi pada umur beton 7 hari memiliki F-tabel 4,49 dengan persen kontribusi sebesar 4,65 % dan gula pasir memiliki F-tabel 4,49 dengan persen kontribusi sebesar 12,51 %. Pada umur 28 hari fly ash memiliki F-tabel 4,49 dengan persen kontribusi sebesar 0,46 %% dan gula pasir memiliki F-tabel 4,49 dengan persen kontribusi sebesar 14,22 %. Komposisi pembuatan beton terbaik pada penelitian ini pada umur 7 hari pada level A1,B1,C1,D2,E1 dengan komposisi bahan semen 14,77%, fly ash 2,75%, pasir 28,60%, gula pasir 3,75%, batu pecah 49,24%. Dan pada umur 28 hari pada level A1,B2,C2,D1,E1 dengan komposisi bahan semen 14,77%, fly ash 3,75%, pasir 28,65%, gula pasir 4,64%, batu pecah 49,24%. Dengan eksperimen konfirmasi kuat tekan beton 7 hari 184 Kg/cm^2 dan 28 hari 301 Kg/cm^2.
No other version available