Buku PGSD
ISOLASI DAN KARAKTERISASI BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA RHIZOSFER TANAMAN KAYU PUTIH (Melaleuca cajuputi) DI LAHAN REKLAMASI PT SEMEN INDONESIA (Persero) Tbk PABRIK TUBAN
Judul : Isolasi Dan Karakterisasi Bakteri Pelarut Fosfat pada Rhizofer
Tanaman Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi) di Lahan Reklamasi
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Pabrik Tuban
Nama : Siti Aisah
NPM : 1513180005
Pembimbing : Sriwulan, S. Pd., M. Si.
Pertambangan batu kapur merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
bahan baku semen. Sehingga menyebabkan dampak negatif terhadap keruskan
lingkungan. Revegetasi telah diterapkan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk untuk
reklamasi lahan pasca tambang. Tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi) salah
satu jenis tanaman yang berpotensi dalam rehabilitasi lahan karena memiliki
pertumbuhan cepat serta dapat tumbuh di lahan yang kurang subur. Unsur hara di
antaranya fosfor, dibutuhan untuk proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Fosfor dalam tanah tidak dapat diserap langsung oleh tanaman karena
tersedia dalam bentuk yang tidak larut. Keberadaan Bakteri Pelarut Fosfat (BPF)
berperan penting dalam siklus tanah karena dapat melarutkan unsur fosfor (P)
yang terikat dengan kasium dalam bentuk senyawa kalsium fosfat Ca3(PO4)2
menjadi ion ortofosfat H2PO4
- yang dapat diserap oleh tanaman. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik serta kemampuan BPF dalam
melarutkan fosfat dari tanah sekitar rhizosfer kayu putih. Jenis penelitian ini
adalah penelitian deskriptif. Data yang diperoleh meliputi karakteristik secara
makroskopis, mikroskopis, dan kelarutan fosfat dari Bakteri Pelarut Fosfat (BPF).
Berdasarkan hasil penelitian sampel tanah sekitar rhizosfer tanaman kayu putih
diperoleh 40% dari 10 isolat BPF. Keempat isolat BPF memiliki kesamaan
karakteristik dengan genus Azotobacter, Bacillus, dan Micrococcus. Nilai indeks
kelarutan fosfat tertingginya 1,85 mm yaitu isolat BPF1 bakteri Azotobacter.
Kata kunci: bakteri pelarut fosfat; kayu putih; reklamasi
No other version available