Multimedia
BIODIVERSITAS SERANGGA TANAH SEBAGAI BIOINDIKATOR KESTABILAN LINGKUNGAN DI AREA PT SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk PABRIK TUBAN
Kabupaten Tuban merupakan salah satu kabupaten yang berada di Jawa
Timur bagian utara. Kabupaten Tuban memiliki potensi sumberdaya alam mineral,
salah satunya adalah batu kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
keanekaragaman, komposisi, dan kelimpahan serangga tanah pada kondisi
lingkungan di area lahan bekas tambang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk.
Metode pengambilan sampel serangga tanah menggunakan PittFall Trap,
dilengkapi dengan data kondisi lingkungan menggunakan paramater fisika dan
kimia tanah. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan uji
statistik One way Annova menggunakan SPSS IBM 26. Serangga tanah pada musim
penghujan di area karst alami terdiri dari 17 spesies dan 329 individu yang
didominasi oleh spesies camponotus pennsylvanicus (semut kayu), selenopsis
invicta (semut merah), monomorium pharaonis (semut fir?aun), tapinoma
melanocephalum (semut pudak). Komposisi dan kelimpahan spesies serangga
tanah pada musim penghujan di area lahan bekas tambang batu gamping terdiri dari
13 spesies dan 348 individu yang didominasi oleh spesies Delichoderus thoracic
(semut hitam), selenopsis invicta (semut merah), tetromorium caespitum (semut
trotoar), dan camponotus pennsylvanicus (semut kayu). Berdasarkan hasil indeks
keanekaragaman pada musim penghujan di area karst alami dan bekas tambang
memiliki nilai rata-rata 1,77 yang menunjukkan kriteria persebaran relatif sedang.
Sedangkan hasil uji signifikansi dari analisis One Way Anova memiliki nilai sebesar
0,032 yang menunjukkan bahwa rata-rata persebaran serangga tanah di delapan area
studi tidak berbeda secara signifikan.
No other version available