Skripsi Ilmu Perikanan
EKOKRITIK GREG GARRARD DALAM NOVEL SI ANAK PEMBERANI KARYA TERE LIYE
Ekokritik sastra merupakan kritik sastra yang menekankan pada aspek
lingkungan, misalnya hilangnya hutan belantara, punahnya spesies binatang dan
tumbuhan dengan cepat, serta peningkatan kontaminasi udara, air, dan tanah di
bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep ekokritik
Greg Garrard berupa krisis lingkungan yang terdapat dalam novel Si Anak
Pemberani karya Tere Liye yaitu: (1) pencemaran (pollution), (2) hutan belantara
(wilderness), (3) bencana (apocalypse), dan (4) binatang (animals).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,
artinya data yang dianalisis berbentuk deskripsi, dan tidak berupa angka-angka.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekokritik sastra dengan teori Greg
Garrard. Teknik pengumpulan data yaitu teknik baca catat, studi kepustakaan, dan
korpus data. Adapun teknik analisis datanya menggunakan model Miles and
Hubernam yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep-konsep ekokritik Greg
Garrard berupa krisis lingkungan yang terdapat dalam novel yaitu: (1) pencemaran
lingkungan yang terjadi di Lembah Bukit Barisan, Pulau Sumatra tepatnya di
kampung Eliana berupa pencemaran air, suara, udara, dan tanah. Pencemaran air
digambarkan melalui air yang berubah warna dari jernih menjadi keruh disebabkan
oleh kegiatan pertambangan pasir, pencemaran suara dihasilkan dari mesin atau
kendaraan transportasi sehingga mengganggu lingkungan seperti suara genset dan
suara knalpot motor, pencemaran udara terjadi karena kebakaran hutan sehingga
udara menjadi tercemar oleh asap-asap yang dihasilkannya, dan pencemaran tanah
berupa truk-truk yang bolak-balik lewat ladang membuat tanah mengering
sekaligus rusak, (2) kerusakan hutan belantara karena ulah keserakahan manusia
yang tidak sadar pentingnya menjaga hutan, sehingga mereka mengeksploitasi
hutan secara berlebihan seperti pembakaran dan penebangan hutan secara liar, (3)
bencana berupa banjir bandang yang melenyapkan semua peralatan di delta pasir
seperti alat-alat berat, tiang-tiang lampu, genset dan (4) binatang digambarkan
dengan kerusakan tempat tinggal binatang yang akhirnya membuat binatangbinatang tersebut terpaksa untuk pindah dari habitat aslinya misalnya segerombolan
rusa pergi dari hutan kampung. Selain itu, kepunahan binatang yang hidup di air
mempengaruhi mata pencaharian warga kampung berkurang, contohnya ikan-ikan
sungai mulai punah.
Ekokritik sastra merupakan kritik sastra yang menekankan pada aspek
lingkungan, misalnya hilangnya hutan belantara, punahnya spesies binatang dan
tumbuhan dengan cepat, serta peningkatan kontaminasi udara, air, dan tanah di
bumi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep-konsep ekokritik
Greg Garrard berupa krisis lingkungan yang terdapat dalam novel Si Anak
Pemberani karya Tere Liye yaitu: (1) pencemaran (pollution), (2) hutan belantara
(wilderness), (3) bencana (apocalypse), dan (4) binatang (animals).
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif,
artinya data yang dianalisis berbentuk deskripsi, dan tidak berupa angka-angka.
Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan ekokritik sastra dengan teori Greg
Garrard. Teknik pengumpulan data yaitu teknik baca catat, studi kepustakaan, dan
korpus data. Adapun teknik analisis datanya menggunakan model Miles and
Hubernam yakni reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsep-konsep ekokritik Greg
Garrard berupa krisis lingkungan yang terdapat dalam novel yaitu: (1) pencemaran
lingkungan yang terjadi di Lembah Bukit Barisan, Pulau Sumatra tepatnya di
kampung Eliana berupa pencemaran air, suara, udara, dan tanah. Pencemaran air
digambarkan melalui air yang berubah warna dari jernih menjadi keruh disebabkan
oleh kegiatan pertambangan pasir, pencemaran suara dihasilkan dari mesin atau
kendaraan transportasi sehingga mengganggu lingkungan seperti suara genset dan
suara knalpot motor, pencemaran udara terjadi karena kebakaran hutan sehingga
udara menjadi tercemar oleh asap-asap yang dihasilkannya, dan pencemaran tanah
berupa truk-truk yang bolak-balik lewat ladang membuat tanah mengering
sekaligus rusak, (2) kerusakan hutan belantara karena ulah keserakahan manusia
yang tidak sadar pentingnya menjaga hutan, sehingga mereka mengeksploitasi
hutan secara berlebihan seperti pembakaran dan penebangan hutan secara liar, (3)
bencana berupa banjir bandang yang melenyapkan semua peralatan di delta pasir
seperti alat-alat berat, tiang-tiang lampu, genset dan (4) binatang digambarkan
dengan kerusakan tempat tinggal binatang yang akhirnya membuat binatangbinatang tersebut terpaksa untuk pindah dari habitat aslinya misalnya segerombolan
rusa pergi dari hutan kampung. Selain itu, kepunahan binatang yang hidup di air
mempengaruhi mata pencaharian warga kampung berkurang, contohnya ikan-ikan
sungai mulai punah.
No other version available