Buku PGSD
Profil Berpikir Kritis Siswa yang Berbeda Gaya Kognitif Melalui Penerapan Problem Base Learning (PBL) pada Materi Daur Makhluk Hidup
Keterampilan berpikir kritis sangat penting dalam proses pembelajaran IPA yang berorientasi pada penyelesaian masalah dalam kaitanya dengan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh siswa. Guru harus mendesain pembelajaran dengan memberikan permasalahan yang melibatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan melibatkan proses menganalisis berdasarkan permasalahan yang sebenarnya. Salah satu model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah Problem Based Learning (PBL).
Setiap siswa mempunyai gaya yang berbeda ketika memproses informasi. Siswa yang memiliki karakteristik cepat dalam menjawab masalah, tetapi tidak atau kurang cermat, sehingga jawaban cenderung salah, siswa seperti ini disebut bergaya kognitif impulsif. Sedangkan siswa yang memiliki karakteristik lambat dalam menjawab masalah, tetapi cermat/teliti, sehingga jawaban cenderung benar, siswa seperti ini disebut bergaya kognitif reflektif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan profil berpikir kritis siswa yang bergaya kognitif impulsif dan kognitif reflektifsetelah penerapan PBL pada materi daur makhluk hidup tahun ajaran 2021/2022
Penelitian ini adalah penelitian jenis diskriptif kualitatif dan deskripsi kuantutatif. Profil siswa dalam berpikir kritis akan didiskripsikan dengan berpedoman pada tahapan berpikir kritis dari Ennis 2011. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari tes MFFT dan tes kemampuan berpikir kritis dan wawancara, pada materi daur makhluk hidup. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 6 siswa kelas IV SDN Prunggahan V Tahun ajaran 2021/2022 yang dijaring dengan menggunakan Tes MMFT yang akan di peroleh 3 siswa yang mempunyai gaya kognitif impulsif dan 3 siswa yang mempunyai gaya kognitif reflektif. Wawancara dilakukan kepada 6 subjek agar dapat menggali informasi lebih mendalam dan guna menentukan kevalidan data.
Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa siswa impulsif mempunyai keterampilan berpikir kritis rendah ini dapat dilihat dari jawaban yang asal-asalan, kurang teliti, kurang cermat dan waktu yang diperlukan untuk menjawab tidak terlalu lama, sedangkan siswa yang bergaya kognitif reflektif mampu dalam menjawab, hati-hati saat menjawab soal dan waktu yang diperlukan untuk menjawab relatif cukup lama.
No other version available