CD-ROM
OPTIMASI PRIORITAS PENGERJAAN KEBOCORAN PIPA PERUMDA AIR MINUM TIRTA LESTARI KABUPATEN TUBAN
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas pengerjaan berdasarkan pengaduan
konsumen dan menentukan prioritas pengerjaan kebocoran pipa air berdasarkan rute
tercepat dan efisien. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan rute
terpendek untuk penyelesaian pengaduan kebocoran pipa oleh konsumen ke petugas
kebocoran, seperti lama pengaduan, ukuran kebocoran, titik kebocoran, jarak kebocoran ke
petugas kebocoran. Metode AHP-TOPSIS adalah metode gabungan Metode Analytical
Hierarchy Process (AHP) merupakan salah satu metode Multi Criteria Decision Making
(MADM) yang dapat digabungkan dengan metode Technique for Order Performance by
Similarity to Idea Solution (TOPSIS) untuk menentukan bobot kriteria. Pengabungan
metode AHP dan TOPSIS dapat menghasilkan perangkingan yang lebih objektif dengan
cepat dan tepat untuk membantu admin pengelola pengaduan kebocoran pipa untuk
menentukan prioritas pengerjaan kebocoran pipa. Metode Travelling Salesman Problem
(TSP) dengan Algoritma Djikstra merupakan metode yang tepat untuk menghasilkan jarak
tempuh terdekat dan dengan mengunakan algoritma dijsktra dapat lebih cepat dan akurat.
Dalam menentukan solusi terbukti dengan satu kali jalan untuk membadingkan nilai
terkecil pada setiap rute yang harus dilalui perhitungan menggunakan metode AHPTOPSIS
dan Djikstra memberikan rute yang berbeda dengan jarak yang berbeda. Solusi ini
merupakan keputusan yang terbaik yang mana rute terpendek dipilih berdasarkan prioritas
metode AHP-TOPSIS didasarkan pada 4 kriteria menghasilkan rute yang dapat disesuaikan
dengan prioritas pelayanan di PERUMDA. Sedangkan Djikstra didasarkan pada jarak
menghasilkan rute terpendek pada masalah TSP yang nantinya akan berpengaruh pada
benefit/cost perusahaan.
No other version available