Buku PGSD
Upaya Meningkatkan Kemampuan Menggambar Anak Dengan Menggunakan Metode Bermain Membuat Garis Pada TK Aba 3 Desa Krodonan Kec Gondang Kab Bojonegoro.
KATINI, 2020 : Upaya Meningkatkan Kemampuan Menggambar
Anak Dengan Menggunakan Metode Bermain
Membuat Garis Pada TK Aba 3 Desa Krodonan Kec Gondang Kab Bojonegoro.
Dosen Pembimbing : Anindya Purnama, S.Sos., M.Si.
Kata kunci : Kemampuan Menggambar, Metode bermain
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik intelektual, moral maupun sosial anak agar dapat hidup mandiri sebagai individu dan makhluk sosial. Dalam mencapai tujuan tersebut siswa berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur guru melalui proses pembelajaran.
Pembelajaran pada anak usia dini hendaknya dilakukan dengan memberikan konsep - konsep dasar yang memiliki kebermaknaan bagi anak melalui pengalaman nyata yang memungkinkan anak untuk menunjukkan aktivitas dan rasa ingin tahu secara optimal (Semiawan, 2007: 19). Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain dan bernyanyi ( Slamet Suyanto, 2005:133 ). Pembelajaran untuk usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga membuat anak aktif, senang, bebas memilih. Anak ? anak belajar melalui interaksi dengan alat ? alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Anak belajar dengan bermain dengan suasana yang menyenangkan, sehingga hasil belajar anak menjadi lebih baik.
Anak usia dini mulai dari lahir sampai enam tahun merupakan usia yang sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan kepribadian seorang anak. Usia itu sebagai usia penting bagi pengembangan intelegensi permanen dirinya, mereka juga mampu menyerap informasi yang sangat tinggi. Anak merupakan individu yang sedang tumbuh dan berkembang. Anak juga merupakan makhluk yang aktif. Atas dasar fakta tersebut maka dikembangkan strategi pembelajaran berdasarkan: 1) pendekatan perkembangan dan 2) pendekatan belajar aktif.
Dari siklus 1 bahwa prosentase kategori kurang 13% prosentase kategori cukup 40%, kategori baik adalah 33% belum mencapai standar maka perlu diadakan pelaksanaan siklus 2. Dari hasil siklus 2 dapat diperoleh prosentase penilaian kategori kurang baik : 0%, kategori cukup prosentasenya adalah : 33% kategori baik prosentasenya adalah : 67%.
No other version available