Realia
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BILANGAN 1 ? 10 MELALUI MEDIA GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK BERMAIN USIA 3 ? 4 TAHUN DI POS PAUD HARAPAN BUNDA KUTOREJO KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN TAHUN AJARAN 2019/2020
ABSTRAKSI
Rohmatillah, Yayuk 2020 : Peningkatan Kemampuan Mengenal Bilangan 1 ? 10 Melalui Media Gambar Pada Anak Kelompok Bermain Usia 3 ? 4 Tahun Di Pos Paud Harapan Bunda Kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Tahun Ajaran 2019/2020
Pembimbing : Dr. Warli, M.Pd
Kata Kunci : kemampuan mengenal, bilangan 1-10, media gambar
Peningkatan kemampuan mengenal bilangan 1-10 melalui media gambar pada prasekolah sangat penting, mengingat masih banyak ditemui anak didik yang masih rendah ketrampilanya dalam menghitung atau matematika. Pada anak prasekolah minat anak terhadap bilangan umumnya sangat besar, oleh karena itu pengenalan bilangan pada usia anak prasekolah sangat penting untuk menumbuh kembangkan kerampilan berhitung yang sangat berguna dalam kehidupan sehari ? hari. Pengenalan bilangan di PAUD di perlukan untuk mengembangkan kemampuan dasar matematika , sehingga peserta didik secara mental siap mengikuti pembelajaran matematika lebih lanjut ke sekolah dasar.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal bilangan 1-10 melalui media gambar pada anak usia 3-4 tahun di POS PAUD HARAPAN BUNDA kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban Tahun pelajaran ajaran 2019/2020.
Subyek penelitian ini adalah di sekolah POS PAUD HARAPAN BUNDA kelurahan kutorejo Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban, terdapat peserta didik Usia 3-4 Tahun dengan jumlah siswa 25, siswa laki-laki 9 dan 16 siswa prempuan dengan tingkat kemampuan anak yang bervariasi.
Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode observasi dan penugasan.
Ada dua kategori ketuntasan belajar yaitu ketuntasan secara individu atau perorangan bila mencapai skor 65% atau nilai 65 dan ketuntasan secara klasikal disebut tuntas belajar bila didalam kelas tersebut terdapat skor 85%.
Hasil dari penelitian ini nilai ketuntasan individu tertinggi adalah 100 dan nilai ketuntasan individu terendah adalah 37,5%. Sedangkan ketuntasan kelas secara klasikal pratindakan 28%, ketuntasan kelas secara klasikal pada siklus I menjadi 56% dan ketuntasan kelas secara klasikal pada siklus II menjadi 88% dan kelas sudah memenuhi kriteria ketuntasan kelas secara klasikal yang diterapkan yaitu 85%, sehingga kelas dikatakan tuntas belajar.
No other version available