Realia
IMPLEMENTASI PENGELOLAAN KEGIATAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI PAUD KB ?LESTARI? KEMIRI JEPON BLORA
ABSTRAK
Harini, Siti Umi. 2020 : Implementasi Pengelolaan Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD KB ?Lestari? Kemiri Jepon Blora
Pembimbing : Dr. Moh. Mu?minin, M.Pd.
Kata Kunci : Pengelolaan Kegiatan, Pendidikan Anak Usia Dini
Tujuan Pendidikan Anak Usia Dini adalah ?Membimbing dan mengembangkan potensi setiap anak agar dapat berkembang secara optimal sesuai tipe kecerdasannya?. Program-program seperti tersebut diatas tidak akan berhasil apabila tidak mendapat dukungan dari masyarakat. Oleh karena itu kerja sama orangtua sebagai warga masyarakat terhadap program PAUD perlu terus dibina, dan pihak pengelola PAUD juga secara terus menerus menginformasikan kepada masyarakat tentang program tersebut serta masalah dan kendala yang dihadapi dalam pencapaian keberhasilan program tersebut di atas sehingga akan ada umpan balik yang sangat positif dan lebih berguna bagi pengembangan program PAUD KB dan diharapkan akan dapat menumbuhkan simpati masyarakat terhadap program PAUD KB di Kemiri Jepon Blora
Temuan di lapangan menunjukkan bahwa tidak semua warga masyarakat di Desa Kemiri berpartisipasi untuk mengikut-sertakan balita/anak usia dininya ke PAUD KB. Mereka beranggapan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini tidaklah penting karena nanti akan terpenuhi dengan sendirinya ketika anak masuk ke PAUD formal/TK.
Banyak anak-anak yang datang di PAUD KB ?Lestari? dengan usia 36 bulan belum bisa makan sendiri, membuka dan memasang kancing baju tanpa bantuan, bahkan ada yang tidak bisa menyebut jenis kelaminnya, padahal ketika usia anak 36 bulan seharusnya perkembangan fisik sudah menunjukkan kemampuan motorik halusnya seperti makan sendiri, membuka dan memasang kancing baju tanpa bantuan dan perkembangan bahasa menunjukkan kemampuan dengan menyebut nama diri dan jenis kelaminnya, kenyataan di lapangan dari sekitar 100 anak usia balita di Desa Kemiri hanya rata-rata 17 % saja yang hadir.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu oerencanaan pembelajaran sudah dilaksanakan, pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan persiapan pembelajaran, evaluasi pembelajaran yang meliputi evaluasi belajar peserta didik oleh guru pernah dilaksanakan sedangkan evaluasi pelaksanaan oleh pengelola sudah dilaksanakan, hambatan yang dihadapi yaitu tidak semua pendidik, tenaga administrasi dan pengurus PKK memahami administrasi penyelenggaraan maupun administrasi peserta didik, serta kurangnya sosialisasi kepada masyarakat. Sedangkan APE juga sudah banyak yang rusak, upaya pengelola untuk mengatasi berbagai hambatan yaitu dengan meningkatkan kualitas pendidik. Penambahan alat permainan edukatif diupayakan melalui permohonan kepada masyarakat sekitar. Sedangkan biaya dan sumber dana diupayakan dengan membuat proposal permohonan kepada pengusaha-pengusaha di wilayah Blora.
No other version available