Realia
UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHASA UNTUK MENGENAL HURUF DAN MEMBACA SEDERHANA DENGAN METODE BERCERITA BERGAMBAR 3 DIMENSI DI KELOMPOK A RA MASLAHATUL MU?MININ TEMPURSARI KESAMATAN DONOMULYO TAHUN PELAJARAN 2019/2020
ABSTRAKSI
Siti F, 2019 : Upaya Meningkatkan Kemampuan Pengembangan Bahasa untuk Mengenal Huruf dan Membaca Sederhana dengan Metode Bercerita Bergambar 3 Dimensi di Kelompok A RA Maslahatul Mu?minin Tempursari Kesamatan Donomulyo Tahun Pelajaran 2019 ? 2020
Kata Kunci : Pemahaman Mengenal Huruf, Metode Bercerita, Gambar Tiga Dimensi
Membaca dalam proses pembelajaran memegang peranan yang sangat penting. Membaca merupakan sarana utama bagi seorang anak untuk mengasah keingintahuannya. Anak-anak yang memiliki kemampuan membaca yang baik pada umumnya memiliki kemampuan yang baik pula dalam mengungkapkan pemikiran, perasaan serta tindakan interaktif dengan lingkungannya.
Melalui penggunaan media visual (gambar) anak dapat belajar lebih aktif. Aktivitas belajar anak akan bergantung pada metode pembelajaran bervariasi yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu lebih mudah untuk mengajari anak usia dini dengan menggunakan media gambar tiga dimensi dimana melalui gambar tiga dimensi imajinasi dan pemahaman anak akan lebih mudah berkembang.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah dengan metode bercerita dengan media gambar tiga dimensi dapat meningkatkan pemahaman membaca anak usia dini di Kelompok A RA Maslahatul Mu?minin Tempursari Kecamatan Donomulyo?
Penggunaan media cerita bergambar bertujuan agar anak mudah menerima materi pembelajaran dan anak termotivasi untuk lebih giat belajar sehingga pembelajaran yang diharapkan akan tercapai dengan hasil yang baik.
Dalam pelakasanaan upaya meningkatkan kemampuan pengembangan bahasa untuk mengenal huruf dan membaca sederhana melalui kata bergambar pada anak kelompok A RA Maslahatul Mu?minin Tempursari Kecamatan Donomulyo yang berjumlah 18 anak terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 11 perempuan dibuat 2 siklus dengan 3 RPPH pada siklus 1 anak belum mencapai kemampuan yang diharapkan sehingga dilakukan perbaikan pada siklus 2.
Pada siklus I pelaksanaan pembelajaran tercapai skor prosentase 60%. Karena hasil yang dicapai belum sesuai dengan yang diharapkan, maka dilaksanakan perbaikan pembelajaran pada siklus 2. Pada siklus dua pembelajaran mencapai prosentase 95%.
Suatu pembelajaran akan berhasil apabila direncanakan dengan matang, dan menggunakan trategi yang sesuai serta media yang sama dan bervariasi.
No other version available