Skripsi Ilmu Perikanan
ANALISIS GAYA BAHASA PADA NOVEL ?ORANG-ORANG PULAU? KARYA GIYAN (SUATU TINJAUAN DESKRIPTIF)
ABSTRAKSI
Rahmawati, Ani. 2018 : Analisis Gaya Bahasa Pada Novel ?Orang-Orang Pulau? Karya Giyan (Suatu Tinjauan Deskriptif).
Pembimbing : Dra. Hj. Wahyu Mulyani, M.Si.,M.Pd.
Kata Kunci : Analisis, Gaya Bahasa, Novel, Deskriptif
Bahasa merupakan unsur terpenting dalam karya sastra sedangkan karya sastra mempunyai tujuan sebagai sarana komunikatif bagi penikmat maupun pembuat karya sastra itu sendiri. Novel dan roman merupakan bagian prosa yang dekat dengan masyarakat karena jalan cerita yang disuguhkan tidak jauh dari realitas kehidupan masyarakat salah satunya dalam novel ?Orang-orang Pulau? karya Giyan. Tujuan dari penelitian novel ?Orang-orang Pulau karya Giyan untuk memperoleh deskripsi tentang gaya bahasa yang ada pada novel ?Orang-orang Pulau? karya Giyan.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Yang menjadi data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan gaya bahasa yang ada pada novel ?Orang-orang Pulau? karya Giyan. Sumber penelitian ini adalah novel yang berjudul ?Orang-orang Pulau? karya Giyan. Yang diterbitkan pertama kali pada tahun 2013oleh Beranda.
Berdasarkan hasil penelitian yang bersifat deskriptif kualitatif tersebut ditemukan bahwa gaya bahasa pada novel ?Orang-orang Pulau? karya giyan meliputi gaya bahasa yang digunakan adalah gaya bahasa hiperbola sebanyak 10 data, personifikasi sebanyak 11 data, anadiplosis sebanyak 3 data, litotes sebanyak 4 data, paradoks sebanyak 5 data, antithesis sebanyak 14 data, oksimoron sebanyak 10 data, perumpamaan sebanyak 4 data, epanalipsis sebanyak 1 data, mesodiplosis sebanyak 2 data, epizeukis sebanyak 6 data, anafora sebanyak 1 data, sinisme sebanyak 1 data, pararelisme sebanyak 1 data, asosiasi sebanyak 1 data, eroteris sebanyak 1 data, sarkasme sebanyak 1 data, dan totem pro parte sebanyak 1 data.
Kedua gaya bahasa yang paling dominan yang digunakan pengarang pada novel ?Orang-orang Pulau? karya Giyan adalah gaya bahasa antitesis yang menggunakan 14 data. Gaya bahasa yang paling dominan tersebut di maksudkan untuk membandingkan hal yang satu dengan yang lain atau membandingkan hal yangbertentangan untuk memperjelas makna yang disampaikan oleh pengarang.
No other version available