Skripsi Ilmu Perikanan
SRUKTUR NARASI, FUNGSI, DAN NILAI BUDAYA CERITA RAKYAT DESA KEMANTREN PACIRAN LAMONGAN
ABSTRAKSI
Ikhwan firdaus, 2015 : Sruktur narasi, Fungsi, dan Nilai budaya cerita rakyat desa kemantren kecamatan paciran lamongan.
Pembimbing : Drs.suhariyadi.m,pd
Kata Kunci : sruktur narasi, fungsi, dan nilai budaya cerita rakyat desa kemantren
Ada sebuah paradigma yang dalam tradisi lisan bahwa semua karya sastra menjadi objek kajian yang tidak perlu dipilahkan, bernilai estetik (keindahan) tinggi atau tidak. Berdasarkan paradigma di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti sastra lisan yang ada di kabupaten Lamongan. Akhirnya penulis mengambil sastra lisan cerita rakyat di desa kemantren. Cerita tersebut penulis kaji dari segi narasi, makna simbol dan nilai budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cerita dalam bentuk, makna dan fungsi cerita rakyat desa kemantren.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Yang menjadi data dalam penelitian ini adalah kutipan-kutipan cerita yang berkaitan dengan bentuk cerita, makna dan fungsi. Teknik pengumpulan data sastra lisan ini menggunakan teknik observasi, teknik pencatatan dan teknik wawancara.
Dari hasil analisis yang penulis lakukan dalam meneliti bentuk, makna, dan fungsi cerita rakyat desa kemantren paciran lamongan, penulis dalam hal ini mengumpulkan tiga hal penting yang menjadi pokok kajian dalam penelitian ini, yaitu
pertama, struktur sastra lisan cerita rakyat desa kemantren dalam penelitian ini tergambarkan melalui terem. Terem dalam hal ini adalah cerita sejarah yang lahir dan berkembang di daerah lamongan pantura tepatnya di desa Kemantren kecamatan Paciran. Cerita ini mengisahkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam berdirinya salah satu desa di kawasan kecamatan Paciran kabupaten Lamongan yang bernama desa Matamu (sekarang Kemantren).
Kedua,, fungsi sebagai sarana pendidikan yang dapat diambil dari cerita rakyat desa kemantren paciran lamongan tersebut adalah sebagai pengetahuan bagi kaum muda yang nantinya bakal menjadi pentolan Negara ini agar dapat mencintai sejarah nenek moyangnya, karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai setiap sejarah bangsanya ).
Ketiga, Mengambil dari relevansi pengertian Koentjoroningrat, maka nilai budaya merupakan jiwa dari kebudayaan dan menjadi dasar dari segenap wujud kebudayaan. Kebudayaan yang diwujudkan dalam bentuk tata hidup manusia yang merupakan kegiatan manusia yang mencerminkan nilai budaya yang dikandungnya.
No other version available