TESIS PENDIDIKAN DASAR PASCA
PENERAPAN PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DENGAN METODE QUIZ TEAM UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
ABSTRAK
Dewi Indrawati, 2016 : Penerapan pembelajaran CPS (Creative Problem Solving) dengan Metode Quiz Team untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar matematika siswa.
Pembimbing : Dr. Hj Heny Sulistyaningrum, M.Pd. dan Tanti Nawangsari, S.Si, M.Pd
Kata Kunci : Creative Problem Solving, Quiz Team, Motivasi dan Hasil Belajar.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa dan kurangnya motivasi belajar matematika siswa kelas X MA Manbail Futuh Beji Jenu Tuban, Dengan menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan aktif dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar Hal ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi dan hasi belajar siswa dengan model pembelajaran Creative Problem Solving dengan metode Quiz Team.
Penelitian ini menggunakan penelitian yang berbasis PTK (Penelitian Tindakan Kelas) berupa siklus PTK yang dilakasanakan dalam tiga siklus. Subyek penelitiannya adalah siswa kelas X MA Manbail Futuh Beji Jenu Tuban tahun pelajaran 2015/2016 yang berjumlah 36 siswa. dan untuk metode pengumpulan datanya adalah mengunakan metode test dan metode angket. Adapun instrumen dalam penelitian ini adalah Angket motivasi belajar dan Tes hasil belajar. Analisis data yang digunakan penelitian ini adalah analisis data hasil angket motivasi belajar dan analisis data hasil belajar siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1.Ada peningkatan motivasi belajar . Hal ini ditunjukkan Siklus I mencapai 25%, siklus II mencapai 30,5%, siklus II mencapai 77,7%. Pada kategori termotivasi pada kondisi awal tidak ada tetapi pada siklus I terdapat 44,4% dan menurun pada siklus II yaitu 41,6 dan dilanjutkan pada siklus III 22,2%. Pada kategori cukup termotivasi pada kondisi awal mencapai 33,3 namun pada siklus I mencapai 30,5% selanjutnya pada siklus II 27,7% lalu pada siklus III tidak terdapat siswa yang berkategori cukup termotivasi. Pada kategori kurang termotivasi pada kondisi awal mencapai 66,6% untuk selanjutnya pada siklus I, II, III tidak terdapat siswa yang berkategori kurang termotivasi. 2 Ada peningkatan hasil belajar. Hal ini di tunjukkan pada kondisi awal ketuntasan klasikal sebesar 13,8% (tidak tuntas), siklus I sebesar 38,8% (tidak tuntas), siklus II sebesar 44,4% (tidak tuntas), dan siklus III sebesar 88,8 (tuntas), sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya.
No other version available