Multimedia
PERTUMBUHAN TANAMAN BAKAU (Rhizopora apiculata) PADA LAHAN ABRASI DI DESA TASIKMADU KECAMATAN PALANG KABUPATEN TUBAN
ABSTRAK
Ibad, Irsyadul, 2018 : Pertumbuhan Tanaman bakau (Rhizopora apiculata) pada Lahan Abrasi di Desa Tasikmadu Kecamatan Palang Kabupaten Tuban
Pembimbing : Riska Andriani, M.Si
Kata Kunci : Rhizopora apiculata, Pertumbuhan, Lahan abrasi
Rehabilitas merupakan salah satu tujuan perlindungan sebagai bentuk konservasi. Pada dasarnya rehabilitasi sumber daya menjadikan kestabilan bagi organisme, kerusakan ekosistem yang mengalami degradasi fungsi baiknya dikembalikan ke keadaan yang lebih optimal.
Rhizopora apiculata termasuk dalam kelompok mangrove sejati dan tumbuh pada daerah yang tergenang air laut, tanaman ini terkenal dapat melindungi garis pantai. Kemampuan Rhizopora apiculata dengan fungsi akarnya sebagai pemecah arus gelombang, menjadikan tanaman Rhizopora apiculata sebagai prioritas utama untuk konservasi pada daerah pesisir. Kerusakan akibat tergerusnya lapisan tanah oleh arus gelompang pasang (abrasi) yang terjadi di daerah pesisir Desa Tasikmadu. sehingga dilakukan penelitian secara konservasi yang bertujuan mengurangi dampak abrasi dengan parameter pertumbuhan tanaman Rhizopora apiculata sebagai bahan uji. Metode yang digunakan dalam penelitian purposive sampling dengan empat stasiun dan empat kali ulangan pada setiap stasiun, waktu penelitian dilakukan pada sore hari.
Hasil penelitian menunjukan rata-rata jenis tanaman Rhizopora apiculata dengan struktur substrat yang mendominasi lumpur, memiliki nilai korelasi pada dengan nilai specimen (N) 80 nilai tinggi tanaman 170, yang mana R tabel dengan total 232** taraf signifikansi < 0,05% bisa dikatakan berkorelasi lemah, sedangkan dengan indeks dominansi struktur substrat lumpur nilai korelasi jumlah daun dengan taraf 0,05% yang mengacu R tabel jumlah spesimen (N) 80. Nilai signifikansi 1 dengan korelasi 442** pada jumlqah R tabel -601**. Sedangkan nilai rata-rata pH berkisar 6 dan suhu berkisar 28?C-30?C pengukuran yang dilakukan kurun waktu 15.00-17.00 WIB pada setiap stasiun.
No other version available