Cartographic Material
ORIENTASI POLITIK PEMILIH PEMULA PERKOTAAN DALAM PEMILIHAN BUPATI LANGSUNG KABUPATEN TUBAN TAHUN 2016
ORIENTASI POLITIK PEMILIH PEMULA PERKOTAAN DALAM PEMILIHAN BUPATI LANGSUNG KABUPATEN TUBAN TAHUN 2016
ABSTRAK
Sri Musrifah
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
rifa_unirow@yahoo.co.id
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa orientasi politik pemilih pemula perkotaan dalam Pemilihan Bupati langsung kabupaten Tuban tahun 2016. Melalui pendekatan perilaku memilih dan budaya politik, penelitian ini berlokasi di Kabupaten Tuban dengan metode kuantitatif dalam pengumpulan data.
Kesimpulan yang didapat dari penelitian ini adalah pemilih pemula perkotaan, yang paling banyak jumlahnya adalah yang berpendidikan SMA/ SMK. Secara umum pemilih pemula perkotaan bersikap optimis terhadap politik. Salah satu indikator bisa dilihat dari tingginya persentase pemilih pemula perkotaan yang menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Bupati Langsung Kabupaten Tuban tahun 2016 lalu sebesar 83,56%. Pengetahuan pemilih pemula perkotaan tentang calon Bupati dan Wakil Bupati yang maju dalam Pemilihan Kepada Daerah Langsung Kabupaten Tuban tahun 2016 sangat bagus. Karena mayoritas dari mereka (69,86%) mengetahui semua pasangan CaBup dan CaWabup yang bertarung dalam Pilkadasung Tuban tahun 2016. Sebagian besar (73,28%) pemilih pemula perkotaan di Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban lebih memilih pasangan Calon Bupati dan wakil Bupati H. Fathul Huda-Noor Nahar Hussein (HudaNoor). Menurut sebagian besar responden (38,36%) program paling penting yang harus dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati terpilih adalah penyediaan lapangan kerja. Pilihan ini mengalahkan aneka pilihan lainnya, seperti pendidikan gratis, pelayanan kesehatan murah, pembangunan fasilitas umum, perbaikan sarana pendidikan, dan sebagainya. Faktor paling dominan (60,27%) yang mendorong para pemilih pemula perkotaan untuk memilih salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tertentu dalam Pilkadasung Kabupaten Tuban tahun 2016 adalah karena keinginan sendiri, tidak dipengaruhi oleh siapapun. Sebagian besar responden (71,23%) menyatakan bahwa mereka memilih tanpa ada paksaan atau tekanan dari pihak manapun. Mereka menentukan pilihan secara otonom.
Kata kunci : Orientasi politik, pemilih pemula perkotaan, Pilkada langsung 2016
No copy data
No other version available