TEKNIK INDUSTRI
FENOMENA GOLONGAN PUTIH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN TUBAN TAHUN 2016 (STUDI DI KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN)
FENOMENA GOLONGAN PUTIH PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN TUBAN TAHUN 2016 (STUDI DI KECAMATAN TUBAN KABUPATEN TUBAN)
Sri Musrifah
Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas PGRI Ronggolawe Tuban
rifa_unirow@yahoo.co.id
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku golongan putih (golput) pada masyarakat di kecamatan Tuban pada saat Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tuban tahun 2015. Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Tuban telah dilaksanakan pada 9 Desember 2015, diikuti oleh dua pasangan calon, yaitu calon incumbent dan independen. Dari calon independen, Zaki Mahbub sebagai Calon Bupati dan Dwi Susanti Budiarti sebagai Wakil Bupati. Calon incumbent, Fathul Huda sebagai Calon Bupati Dan Noor Nahar Hussein, sebagai Wakil Bupati Tuban. Hasil Pemilukada kabupaten Tuban menunjukkan bahwa angka golput sebesar 47,97%. Penelitian ini menggunakan teori perilaku golongan putih (golput) dan perilaku memilih. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi dalam pengumpulan data dengan responden masyarakat kecamatan Tuban yang terdaftar dalam DPT Pemilukada Tuban 2015. Hasil penelitian menunjukkan partisipasi politik warga kecamatan Tuban dalam Pemilukada Tuban 2015 hanya 35% sedangkan 65% nya memilih untuk golput. Faktor psikologis, sistem politik, kepercayaan politik dan latar belakang status sosial ekonomi menjadi motif yang melatarbelakangi masyarakat kecamatan Tuban untuk melakukan tindakan golput dalam Pemilukada Tuban 2015. Diantara beberapa faktor yang mempengaruhi responden untuk melakukan tindakan golput dalam Pemilukada Tuban tahun 2015, penyebab paling dominan adalah faktor psikologi, yaitu alasan bekerja (42%).
Kata kunci : Perilaku golput, Pemilukada Tuban 2015
No copy data
No other version available