TEKNIK INDUSTRI
DAMPAK LIBERALISASI SUFOR BALITA DALAM KAJIAN EKONOMI POLITIK KESEHATAN BAYI BAGI KELUARGA MISKIN DI KABUPATEN TUBAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ekonomi politik kesehatan tentang peraturan pemberian ASI di Indonesia yang ditemukan sejak tahun 1997. Peraturan ini bertujuan untuk meminimalkan akibat dari malnutrisi dan kematian anak-anak. Kompleksitas terjadi ketika Negara menegakkan aturan untuk meliberalisasi pasar substitutions ASI sebagai konsekuensi dari perdagangan bebas dan peraturan pasar bebas. Dampaknya adalah banyak tenaga kesehatan, minimarket, supermarket dan perusahaan melanggar aturan tanpa sangsi tegas dari Negara, seperti pemasaran secara laten oleh minimarket dan supermarket. Hal ini memicu flare sirkulasi pemasaran substitusi ASI di Indonesia. Di kabupaten Tuban, dimana angka kemiskinannya masih tinggi, sebagian besar keluarga miskin dengan gizi buruk pada anaknya tidak bisa menahan petugas kesehatan untuk membujuk bahwa sufor substitusi sebaik ASI. Sehingga bagi keluarga miskin, memberikan substitusi ASI adalah suatu keharusan daripada memberi bayi mereka ASI. Keluarga miskin yang tidak mampu memberi susu pengganti ASI sebagian besar memberikan bayi mereka lebih kurang setengah dosis substitusi ASI, sehingga berdampak pada anak-anak yang kurang gizi.
No copy data
No other version available