Laporan Penelitian Dosen
PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS V DI MIM 1 KARANGAGUNG
ABSTRAKSI
Argadianto, Rifqi. 2018 : Penerapan Model Problem Solving untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas V Di MIM 1 Karangagung.
Pembimbing : Ina Agustin, M.Pd.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Model Problem Solving
Berdasarkan observasi awal pembelajaran PKn di kelas V MI Muhammadiyah 1 Karangagung, menunjukan bahwa hasil belajar mata pelajaran PKn materi pokok kebebasan berorganisasi masih rendah. Hal ini disebabkan adanya beberapa kendala dari guru, siswa, dan model pembelajaran yang digunakan. Kondisi tersebut memerlukan suatu perbaikan pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik bagi siswa . Peneliti mengambil solusi untuk melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) menggunakan model pembelajaran problem solving untuk meningkatkan hasil belajar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui aktivitas guru; 2) Mengetahui aktivitas siswa; 3) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran PKn yang terjadi pada siswa setelah dilaksanakan pembelajaran dengan model pembelajaran problem solving.
Penelitian dilaksanakan di MI Muhammadiyah 1 Karangagung pada bulan Maret ? April 2018. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas V serta dibantu oleh observer pada setiap pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V MI Muhammadiyah 1 Karangagung yang berjumlah 21 siswa . Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari 1 pertemuan, 2X 35 menit. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Waktu pelaksanaan penelitian ini adalah semester genap Tahun Pelajaran 2017/2018.
Hasil penelitian menunjukkan pada siklus I rata-rata nilai hasil belajar siswa 72,14 dengan ketuntasan belajar klasikal 47,62% dan presentase keaktifan siswa 52,08%. Pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa 86,90 dengan ketuntatasan klasikal 90,48%, dan presentase keaktifan siswa 86,63%. Hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran problem solving dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
No other version available