Peng.Masy. Prodi ilmu Politik
ANALISA PERHITUNGAN UNTUK MENENTUKAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN METODE ACTIVITY-BASED COSTING SYSTEM DAN METODE VARIABEL COSTING (STUDI KASUS CV. BERLIAN ABADI TUBAN)
ABSTRAKSI
Tri Yudha Dimantara/1411140120/2018/Judul: Analisa Perhitungan Untuk Menentukan Harga Pokok Produksi dengan Metode Activity-Based Costing System dan Metode Variabel Costing (Studi Kasus CV. Berlian Aabadi Tuban)
Dosen Pembimbing : Nanang Wicakson, S.E., M.T.
Tujuan prnrlitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif atau penelitian ternuka yang dilakukan pada CV. Berlian Abadi Tuban. Penelitian ini mempunyai empat tujuan utama. Pertama, bertujuan untuk mengetahui perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Tradisional yang digunakan oleh perusahaan. Kedua, untuk mengetahui perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Activity-Based Costing System. Ketiga, untuk mengetahui perhitungan Harga pokok Produksi dengan Metode Variabel Costing. Keempat, untuk menggetahui perbedaan Harga Pokok Produksi (HPP) pada Perusahaan Menggunakan Metode Tradisional, Activity-Based Costing dan Variabel Costing.
Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi yaitu teknik dengan cara mengumpulkan data melalui dokumen-dokumen perusahaan mengenai data yang terkait dengan Harga Pokok Produksi. Subyek penelitian mengenai data yang terkait dengan Harga Pokok Produksi pada CV. Berlian Abadi Tuban. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah data-data yang berhubungan dengan penentuan Harga Pokok Produksi.
Harag Pokok Produksi dengan Metode Tradisional diperoleh hasil untuk produk Genteng sebesar Rp. 2.797 untuk Paving sebesar Rp. 3.319 untuk Batako sebesar Rp. 3.547. Harga Pokok Produksi mengunakan Activity-Based Costing System hasil Harga Pokok Produksi Genteng Sebesar Rp. 2.857 untuk Paving sebesar Rp. 3.071 untuk Batako sebesar Rp. 3.689. sekanjutnya Harga Pokok Produksi mengunakan Variabel Costing hasil Harga Pokok Produksi Genteng sebesar Rp. 2.781 untuk Paving Rp. 3.302 untuk Batako sebesar Rp. 3.460. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Activity-Based Costing System lebih akurat apa bila dibandingkan dengan metode Tradisional dan Variabel Costing. Perbedaan yang terjadi karena pembebanan biaya Overhead pada masing-masing produk. Pada metode tradisional biaya overhead pada masing-masing produk hanya dibebankan pada satu cost driver saja yaitu jumlah unit produksi. Pada Activity-Based Costing System biaya overhead pada masing-masing produk dibebankan pada beberapa cost driver sehingga Activity-Based Costing System mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap produk secara tepat berdasar kosumsi masing-masing aktivitas.
KATA KUNCI : Activity-Based Costing System (ABC) dan Variabel Costing.
No other version available